Home
Pages
Buku Gelarku Tahun 2013

Buku Gelarku Tahun 2013


cover-kyai-nyentrik

SINOPSIS

Pada hakekatnya, fiqh dirumuskan terutama untuk menjawab tantangan-tantangan sosial yang secara eksplisit tidak disebutkan dalam al-Qur‘an maupun Hadis. Demikian ini karena realitas sosial selalu berkembang dan bersifat lebih kompleks dibanding dengan realitas sebelumnya. Pada sisi yang lain, baik al-Qur‘an maupun Hadis sebagai wahyu Allah Swt. telah berhenti sejak Rasulullah Saw. wafat. Oleh karena itu, kebutuhan terhadap ijtihad sebagai bentuk pemahaman dan penafsiran atas realitas yang baru merupakan sina qua none.

Kiai Muchith adalah seorang tokoh nasional berlatar belakang Nahdlatul Ulama yang diakui kapasitas sebagai seorang ulama sekaligus seorang intelektual. Abdurrahman Wahid yang lebih dikenal Gus Dur dalam tulisan kolomnya secara baik menggambarkan Kiai Muchith sebagai tokoh yang unik.
Orangnya peramah, tapi lucu. Raut wajahnya sepenuhnya membayangkan ke-kiai-an yang sudah mengalami akulturasi dengan ?dunia luar?. Pandangan matanya penuh selidik, tetapi kewaspadaan itu dilembutkan oleh senyum yang khas. Gaya hidupnya juga begitu. Walaupun sudah tinggal di kompleks universitas negeri, masih bernafaskan moralitas keagamaan. Gaya bicaranya juga ada dua macam. Di hadapan ?orang luar?, ia sedikit berbicara dan lebih banyak ?meladeni?. Tetapi, di ?tengah rakyatnya? sendiri, ia memakai gaya pengajian seratus persen.

FULL TEXT : Kiai_Nyentrik_cetak (aktifkan flash player untuk membuka file)

cover ardiansyah

SINOPSIS

Dewasa ini kita berada dalam suatu krisis global yang serius, kompleks dan multidimensional. Krisis tersebut mencakup seluruh aspek kehidupan, ekonomi, politik, sosial, budaya, kesehatan, teknologi, dan lingkungan. Krisis juga menyentuh dimensi intelektual, moral, dan spiritual. Sungguh merupakan situasi krisis yang sulit dicari padanannya dalam catatan sejarah dunia. 

Lalu, apakah kita akan menyerah begitu saja? Tentu tidak! Kita tak perlu terperangkap ke dalam absurditas hidup manusia seperti dilukiskan Albert Camus dalam karyanya Le mythe de Sisyphe. Tokoh Sisipus dalam karya itu merefleksikan bagaimana perjuangan manusia untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik adalah suatu kesia-siaan. Menjelang akhir hayatnya, Ronggowarsito juga menulis Serat Kala Tida atau Puisi Zaman Gelap yang sarat keprihatinan dan mungkin rasa putus asa: Kungas kasudranira/ Tidem tandaning dumadi/ Ardayeng rat dening karoban rubeda. Ada visi etis dan humanis di dalamnya.

Hidup bukanlah untuk hidup itu sendiri. Tuhanlah yang menjadi tujuan akhir kehidupan. Kehidupan itu sendiri adalah sesuatu yang bermakna. Dan kita masih memiliki kekuatan untuk bertahan hidup sekaligus memupuk harapan: doa. Namun, doa saja tidaklah cukup. Rasionalitas manusia juga harus bekerja: berpikir, merefleksikan, dan mentransformasikan pikiran dalam sebuah tindakan.

Untuk itu, buku ini diarahkan untuk memandang filsafat sebagai dialektika pemikiran dan kritik terhadap tema-tema pokok kehidupan dan kemanusiaan, serta bagaimana jawaban-jawaban yang diberikan masing-masing filsuf. Hal ini dimaksudkan untuk memperkaya dan memperdalam perspektif kita tentang persoalan-persoalan kehidupan.

Cover_ABD ROHIM

SINOPSIS

Buku yang ada di tangan pembaca budiman, mencoba mengupas tentang praktek dan etika ekonomi Islam dengan merujuk pada perilaku dan teladan kehidupan Rasul SAW dengan mendudukkan hadits sebagai perspektif kajiannya.

Dengan demi­kian, kajian dalam buku ini bisa dikatakan mengkaji konsep eko­nomi Islam dengan mengkomparasikan konsep ekonomi konven­sional melalui tema kajian: sistem ekonomi Islam tentang kepemi­likan, etika mencari harta, faktor produksi: sumber daya alam (ta­nah), sumber daya manusia, dan modal, perilaku konsumen, me­kanisme pasar, transaksi tunai & kredit, ekonomi kelembagaan syari’ah, dan pembangunan ekonomi dalam perspektif Islam.

Sudah barang tentu, kehadiran buku ini bisa menambah literatur ekonomi Islam yang sangat diharapkan banyak pihak, khusunya membantu para mahasiswa prodi hukum ekonomi syari’ah (mu­amalah), ekonomi syari’ah, dan perbankan syari’ah serta para pe­merhati ekonomi Islam yang sekarang lagi booming eksistensinya guna mewujudkan kehidupan yang layak dan berkecukupan baik di dunia dan akheratnya.

Cover_ABDUL RAHIM

SINOPSIS

Salah satu parameter kestabilan sebuah perusahaan dapat dilihat dari peringkat obligasinya. Peringkat obligasi perusahan dapat memberikan petunjuk bagi investor tentang investasi obligasi yang mereka minati. Status peringkat perusahaan dikeluarkan oleh lembaga atau agen pemeringkat independen seperti PEFINDO dan Kasnic.

Rasio keuangan merupakan salah satu acuan dalam penentuan peringkat obligasi perusahaan. Buku ini dengan demikian menggambarkan model regresi pengaruh faktor-faktor rasio keuangan terhadap survival perusahaan ditinjau dari segi peringkat obligasinya. Dari Model Regresi Hazard Proporsional Cox untuk memprediksi laju kebangkrutan perusahaan yang diperoleh dapat diinterpretasikan bahwa laju kebangkrutan perusahaan ditinjau dari peringkat obligasinya akan meningkat seiring dengan bertambahnya waktu. Sedangkan kontribusi dari faktor-faktor keuangan terhadap laju kebangkrutan perusahaan berpengaruh secara eksponensial.

Tampaknya, penutupan lokalisasi--dengan alasan moralitas semata-- dalam banyak kasus di berbagai tempat, tidak disertai dengan kebijakan lanjutan dengan konsep yang matang, termasuk juga menyerap aspirasi dari kalangan PSK dan mucikari. Cara penutupan lokalisasi yang terjadi di Puger misalnya, memunculkan persoalan baru yaitu munculnya prostitusi di banyak tempat. karena para PSK memilih bersembunyi dan petak umpet untu menghindari pengawasan aparat negara. Akibatnya, semakin besar potensi persebaran penyakit kelamin dan HIV/AIDS. 

Karena itu, sangat jelas bahwa dalam pelaksanaan penutupan prostitusi oleh pemerintah Kabupaten Jember sedang menghadapi masalah. Di satu sisi, melarang adanya praktek-praktek prostitusi, di sisi lain, tidak adanya pembinaan terhadap para PSK dan mucikari. Hal inilah yang menggugah penulis buku ini untuk mengkaji lebih mendalam tentang bagaimana sebenarnya implementasi kebijakan bupati Nomor : 188.45/39/012/2007 tentang penutupan tempat pelayanan sosial transisi untuk pekerja seks komersial dan penutupan prostitusi di Kabupaten Jember. Menjadi wilayah kajian buku ini, penulis mengambil wilayah desa Puger Kulon kecamatan Puger. 

Full text : NURUL WADYAWATI-Dilema Prostitusi di Indonesia 2013

 Cover_AGUS FIRMANTO

SINOPSIS

Buku ini lahir dari kegelisahan penulis, ketika melihat tradisi intelektual mahasiswa --khususnya di STAIN Jember-- mengalami erosi pemikiran. Kampus tidak lagi menjadi basis membangun pemikiran yang bernuansa ilmiah, namun lebih dekat dengan budaya glamour-hedonis yang identik dengan fashion, shoping, gosip, pacaran, bahkan seks. Akibatnya, suasana pembelajaran di kelas hanya sebatas kegiatan formalitas untuk mengisi absen, presentasi tak ubahnya seperti mengikuti kegiatan membaca daripada menalar, membuat makalah cukup dowload di internet, dan ketika ada forum ilmiah mahasiswa mengalami budaya bisu.

Ini zaman di mana mahasiswa di buat jauh dari realitas yang sesungguhnya, dibuat melayang, tanpa sadar dengan eksistensi dirinya. Kaum Kapitalis dan sekutunya berhasil mengubah paradigma berpikir seseorang. Melalui media sinetron, film, tayangan gosip selebritis, lagu-lagu cinta yang cengeng, kapitalis berhasil mengubah eksistensi mahasiswa yang idealnya menjadi organ intelektual disulap menjadi seorang artis yang punya mimpi semu melangit. Mungkin berawal dari buku sederhana ini, setidaknya kita bisa mulai belajar kritis dengan keadaan, melihat sesuatu bukan apa yang tampak saja melainkan lebih jauh kedalam. Selamat membaca, berdiskusi, merenung, akhirnya bertindak....!!!

Cover_AHMAD ROYANI

SINOPSIS

Pendidikan merupakan suatu proses yang akan mengantarkan manusia kepada kesempurnaan dan penegasan status sosial, yaitu melalui dialektika dengan diri sendiri dan realitas kehidupan dalam proses pendidikan. Oleh karena itu, perbincangan masalah pendidikan senantiasa menarik dan aktual untuk selalu dikaji, mengingat signifikansinya terhadap keberlangsungan eksistensi manusia sangat terasa.

Pendidikan humanis merupakan pendidikan yang mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan, yang mengoptimalkan potensi manusia atau peserta didik untuk mengembangkan visi dan misinya dalam kehidupan pribadi.

Paradigma pendidikan humanis, orientasi pembebasan bagi manusia harus ditempatkan pada posisi yang integral antara dimensi sekuler dan transenden, artinya kebebasan sebagai potensi dasar harus dimanifestasikan dengan bertanggung jawab, karena ia merupakan amanat dari Allah, Tuhan pencipta alam semesta dan realitas kehidupan

Buku yang berjudul “Paradigma Pendidikan Humanis: Menuju Model Pendidikan Membebaskan ini dapat terselesaikan walau masih jauh dari kesempurnaan. Karena disadari bahwa keterbatasan intelektualitas dan pengalaman sehingga tidak mustahil masih terdapat kekurangan dan kesalahan dalam isi buku. Oleh karena itu, kritik konstruktif para pembaca sangat penulis harapkan demi kesempurnaan buku ini.

Cover_AINUR ROFIQ

SINOPSIS

Pendidikan Islam memiliki posisi yang strategis dalam mengembangkan bangsa Indonesia. Melalui proses pendidikan Islam akan mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Keadaan ini bisa dilihat dari peran out put pendidikan Islam banyak berperan penting dalam masa kemerdekan, pembangunan dan reformasi di Indonesia.

Selain itu, posisi pendidikan Islam memiliki tempat yang tidak bisa dipisahkan dengan sistem pendidikan nasional, karena di samping umat Islam di Indonesia adalah penduduk yang mayoritas, secara konstitusional landasan hukumnya sangat kuat. Maka dari itu, pendidikan Islam dalam konteks pendidikan nasional layak menjadi sistem alternatif untuk diterapkan.

Sejak awal kemerdekan sampai sekarang, dinamika pembahasan pendidikan Islam selalu aktual dan mengalami proses transformasi dari waktu ke waktu dalam Sisdiknas. Perkembangan wacana dan substansi dalam proses transformasi tersebut dapat dipetakan dalam UU. No. 4/1950 Jo. UU. No. 12/1954, UU. No. 2/1989, UU. No. 20/2003, dan lain-lain yang menjabarkan lebih lanjut UU tersebut.

Untuk mendiskripsikan lebih komprehensif tentang pendidikan Islam dalam Sisdiknas, maka dalam buku ini ada beberapa topik yang akan menjadi pembahasan. Yaitu, konsep dasar pendidikan Islam, sistem pendidikan nasional, pendidikan Islam dalam Sisdiknas, dan prospek pendidikan Islam di Indonesia

Cover_ALI MAKKI

SINOPSIS

Buku Pengantar Dasar Psikologi ini ditulis  dengan gaya dan cara pembelajaran di kelas, ba-hasanya mudah dipahami oleh siapapun termasuk bagi pembaca pemula yang belum mengenal teori psikologi. Tulisan buku ini juga sangat sistimatis yang dirangkum dari berbagian sumber sebagai acuan referensi, dan ada sebagian dari masing-masing teori disertakan contoh kasus yang terjadi di sekitar lingkungan masyarakat. Tentu saja, hal ini memudahkan pembaca dalam memahami teori yang ada di dalamnya.

Tema-tama yang ada dalam buku ini disusun untuk memberikan gambaran kejiwaan, mental, karakter, kepribadian, perilaku, persepsi, emosi, motivasi. Teori-teori tersebut sangat mendukung cara memahami diri sendiri dan orang lain, dapat beradaptasi dengan orang lain.

Buku ini sebagai fondasi untuk mempelajari buku-buku psikologi yang lebih luas. Dengan demikian buku ini penting dibaca, baik oleh masyara-kat umum, guru, karyawan, ataupun oleh mahasiswa. Karena teori yang dibahas adalah terkait langsung dengan perilaku kita sebagai manusia.

Cover_ASNAWAN

SINOPSIS

Buku berjudul Manajemen Mutu Terpadu Sebagai Upaya Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan ikhtiar penulis untuk ikut urun rembuk perbincangan tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam era globalisasi. Banyak pihak yang menyebutkan bahwa hasil pendidikan Islam yang ada saat ini masih jauh dari yang diharapkan. Karena itu, kita dituntut untuk merekonstruksi dan mereformulasi sistem pendidikan yang ada saat ini. Tanpa itu jangan berharap Sumber Daya Manusia (SDM) bangsa Indonesia mampu bersaing di kancah global.

Adapun kunci utama untuk menyukseskan upaya tersebut adalah peningkatan sistem pendidikan sejak tingkat dasar hingga perguruan tinggi agar melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) bangsa yang berkualitas. Tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa ke-berhasilan pendidikan dasar merupakan pertanda kesuksesan menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, sebaliknya kegagalan dalam pendidikan dasar akan menjadi petaka dalam proses pembangunan sumber daya manusia (SDM) bangsa Indonesia ke depan.

Cover_ASROR

SINOPSIS

Hampir menjelang satu abad lamanya, sejarah perjuangan para kiai dan tokoh-tokoh NU lainnya turut mewarnai arah perjuangan bangsa. Boleh dikatakan, tidak satu pun para pengamat yang menyangsikan peran mereka dalam mengisi hari-hari penting bangsa Indonesia dalam mencari makna dan jati dirinya.

Sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang sosial-keagamaan, NU memang pernah terlibat dalam pergumulan politik. Namun, sejak menyatakan diri kembali kepada garis perjuangannya, NU tidak melarang lagi hak-hak warganya untuk terlibat dalam aktivitas politik.

Fenomena mutaakhir tentang partisipasi politik tokoh-tokoh NU yang sekarang menjadi perbincangan publik adalah keterlibatannya dalam pemilihan gubernur Jawa Timur. Hal ini terutama terjadi pada basis massa NU di wilayah tapal kuda, seperti Jember yang oleh sebagian pengamat disebut menjadi barometer dalam melihat partisipasi politik mereka pada proses pemilihan gubernur Jawa Timur.

Meski kasus studi ini dilakukan pada partisipasi politik pemilihan gubernur Jawa Timur tahun 2008, substansi kajian ini masih memiliki relevansi dengan partisipasi politik kiai dalam pemilihan gubernur Jawa Timur tahun 2013. Bahkan tidak itu saja, termasuk juga pemilihan presiden, pemilihan legislatif, pemilihan bupati, walikota dan lain-lain.

Cover_ASYARI

SINOPSIS

Transparansi Pesantren termasuk salah satu topic kajian yang belum banyak dibahas oleh banyak  penulis, dosen dan praktisi pendidikan di Indonesia. Karena itu, transparansi manajemen pesantren ini  sebagai alternatif bacaan bagi civitas akademika dan masyarakat umum. Buku ini akan sangat membantu pemerhati pendidikan dalam mengembangkan manajemen pesantren dan perkembangan pesantren kedepan.

Pesantren sebagai lembaga dakwah, pengkaderan ulama’, pengembangan ilmu pengetahuan (khususnya  agama) dan masyarakat, mempunyai andil yang tidak kecil nilainya ikut mendirikan negara ini. Banyak ulama’ dan santri yang gugur dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Ulama’ bersama santri  rela mengisolisir diri sambil memotivasi masyarakat untuk tidak bekerjasama dengan penjajah. Pada masa awal gerakan, mengisi kemerdekaan sampai masa sekarang, peran pesantren dan ulama’ terus meningkat, terutama dalam rangka kerjasama ulama’ dan umara’ untuk mensukseskan pembangunan bangsa dalam segala bidang sesuai dengan posisi masing-masing.

Dewasa ini, pesantren sudah saatnya membuka mata melihat dunia luar. Perkembangan yang terjadi di luar dirinya harus diketahui dan diantisipasi, terutama ketika harus berbenturan dengan problem sosial kemasyarakatan. Keharusan ini meniscayakan kebutuhan pola kerjasama simbiosis-mutualistis antara pesantren dengan institusi-institusi yang dianggap mampu memberikan kontribusi dan menciptakan nuansa transformatif. Pola kerjasama ini dapat dilakukan dalam usaha pengembangan sumberdaya pesantren agar dapat memberdayakan diri dalam menghadapi tantangan kontemporer yang semakin kompleks

Cover_BAROCKY

SINOPSIS

Pendidikan berbeda dengan mengajar. Jika pendidikan sebagai suatu proses pendewasaan yang dilakukan seorang pendidik kepada peserta didik dengan memberikan stimulus positif yang mencakup kognitif, afektif dan psikomotorik, maka pengajaran hanya mencakup kognitif saja. Artinya, pengajaran hanya sebagai suatu proses pentransferan ilmu pengetahuan tanpa membentuk sikap dan kreatifitas peserta didik.

Karena itu, pendidikan harus diawasi atau disupervisi oleh supervisor yang dapat disebut sebagai kepala sekolah dan pengawas-pengawas lain. Pengawasan di sini bertujuan untuk meningkatkan kinerja para pendidik dan pegawai sekolah lainnya dengan cara memberikan pengarahan-pengarahan yang baik dan bimbingan serta masukan tentang cara atau metode mendidik yang baik dan professional.

Dalam perkembangannya, supervisi pendidikan memberikan pengaruh yang baik pada perkembangan pendidikan di Indonesia sehingga para pendidik memiliki kemampuan mendidik yang kreatif, aktif, efektif dan inovatif. Kehadiran buku ini, dengan demikian, dapat memberikan manfaat kepada para pembaca.

Cover_Bu Ridlo_PENDIDIKAN & Ilmu Pendidikan 2013-

SINOPSIS

Pendidikan merupakan kunci pembangunan sebuah bangsa. Pendidikan dilakukan  melalui usaha membina, memgarahkan, serta mengembangkan segenap potensi dan kekuatan kodrat yang dimiliki oleh anak, baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat.

Buku ini disusun dalam rangka memberikan perspektif yang benar tentang pelaksanaan pendidikan, agar praktek pendidikan yang dilaksanakan tidak berlangsung secara ritualistik dan formalistik dengan kurang memperhatikan perubahan kondisi keunikan peserta didik serta lingkungannya. Dengan perspektif ini diharapkan dapat mendorong partisipasi dari semua pihak baik masyarakat khususnya orang tua, pemerintah, dan pihak sekolah khususnya guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia supaya menjadi lebih baik dan maju.

Isi buku ini membahas tentang konsep pendidikan dan konsep ilmu pendidikan, faktor-faktor pendidikan, peranan keluarga dan masyarakat dalam pendidikan, sistem pendidikan nasional, hukum-hukum atau teori dasar pendidikan, demokrasi pendidikan, inovasi pendidikan,  pendidikan seumur hidup, dan pendidikan agama di Indonesia. Dengan harapan mudah-mudahan para pembaca akan mendapat gambaran   tentang pelaksanaan pendidikan yang sesuai dengan tuntutan / kebutuhan siswa dan masyarakat di masa sekarang dan akan datang.  Untuk itu, kepada para pembaca yang budiman diucapkan selamat membaca semoga memperoleh manfaat. Amien. 

Full Text PDF : RODIYAH-ilmu pendidikan

Full Text FLASH : RODIYAH-ilmu pendidikan

Cover_FAHOR

SINOPSIS

Cadar yang dikenakan oleh muslimah bercadar dimaknai sebagai pelindung ekstra, dan sebagai simbol ketakwaan terhadap perintah Allah. Bagi muslimah bercadar seluruh tubuh perempuan harus ditutup, karena bagi mereka tubuh merupakan sumber fitnah (godaan) terbesar bagi laki-laki.

Selain sebagai pelindung, jilbab yang dikenakan juga memiliki fungsi social yang meliputi: pelindung kehormatan wanita, penjaga keharmonisan keluarga, pelindung dari potensi kejahatan laki-laki jahil, sarana dan mekanisme kontrol diri, dan sebagai perlawanan simbolik terhadap trend fashion.

Karenanya, Identitas yang ditampilkan dapat dilihat dari pembatasan sosial yang berhubungan dengan laki-laki. Cara berinteraksi cenderung dibatasi, meski terkadang juga ikut serta dalam kegiatan rukun tetangga, misalnya hajatan atau kematian. Umumnya, mereka cenderung bergaul dengan muslimah yang sama dengan mereka (komunitas).

Buku ini mencoba mengungkapkan identitas muslimah bercadar yang dibangun melalui gaya hidup. Dalam ruang sosial keluarga, identitas yang ditampilan cenderung berada di rumah dan keluar rumah hanya sebatas untuk keperluan atau berdakwah (mengajar). Salah satu identitas yang ditampilkan dalam ruang sosial melalui cara berpakaian yang berbeda dengan muslimah lainnya, yaitu dengan mengenakan jilbab yang longgar ditambah dengan penggunaan cadar serta warna yang cenderung gelap.

Cover_FAISOL NASR

SINOPSIS

Konsep ‘Ishmah merupakan kunci utama untuk memahami dialog konseptual antara Ahlussunnah wal Jama’ah dan Syi’ah Imamiyyah dalam membenarkan sebuah kabar berita yang datangnya dari para pembawa pesan suci, yang dalam paham Ahlussunnah hanya terbatas pada para Nabi dan Ra­sul, dan juga para Imam dalam keyakinan Syi’ah Imamiyyah. Tentu saja, perdebatan tentang ‘Ishmah sebagai ruang untuk saling mengkalaim kebenaran.

Meski, pertarungan kedua kelompok besar antara Ahlussunnah wal-Jama’ah dan Syi’ah Imamiyyah sama-sama berpijak pada al-Qur’an dan al-Sunnah sebagai bahan pembenar, tentunya antara dua belah pihak ada yang dimenangkan.

Cover_FATHOR RAHMAN BARU

SINOPSIS

Masyarakat Madura secara umum dianggap sebagai masyarakat santri tradisional, paternalistik, nderek tuan guru, dan masih menaruh kepercayaan yang besar terhadap kiai. Anggapan ini ternyata tidak salah dan terbukti ketika reformasi meledak, kepercayaan masyarakat terhadap figur-figur dan pejabat publik di ranah pemerintahan anjlok sedemikian rupa. Nyaris semua pejabat pemerintah berwajah bopeng di mata masyarakat Madura. Namun demikian, di sisi lain, kepercayaan mereka tetap kuat terhadap kiai, sebagai pihak yang memiliki otoritas secara spiritual dan moral.

Ketika kepercayaan mereka kepada figur publik di pemerintahan luntur, mereka kemudian tidak memiliki pegangan dan pandangan untuk dijadikan pemimpin di ranah pemerintahan. Sedangkan satu-satunya asa dan kepercayaan yang tersisa hanya terhadap para kiai. Ini terlihat pada Pemilu 2009, di mana masyarakat Madura dengan semangat ijo royo-royo memilih partai-partai politik yang berbasis Islam seperti PPP dan PKB. Bahkan bagi kebanyakan masyarakat Madura, PKB bukan lagi akronim dari Partai Kebangkitan Bangsa, melainkan Partai Kiai dan Bhindara (santri).

Dan celakanya, kondisi ini dijadikan kesempatan emas bagi banyak kiai untuk mengambil alih kekuasaan. Kiai-kiai yang semestinya istiqamah dalam mendidik santri di pesantren kemudian ramai-ramai eksodus ke ranah kekuasaan. Kiai kemudian mengisi kursi-kursi bupati, kursi DPR, dan lain sebagainya. Eksodus dari lokus spiritual dan moral ke lokus kekuasaan kemudian menjadi tren. Buku ini mencoba menggambarkan berbagai peristiwa menarik terkait dengan tren tersebut di pulau Madura. Selamat membaca!

Cover_FUADATUL HURONIYAH

SINOPSIS

Buku ini setidaknya memberikan gambaran tentang bagaimana pola yang tepat untuk mengasuh para remaja yang cenderung mengabaikan nilai-nilai agama. Rendahnya kontrol diri remaja berkaitan dengan kurang ditanamkannya nilai-nilai keagamaan sejak dini, sehingga kematangan beragama remaja juga rendah. Sumber dari semua ini adalah adanya kesalahan atau kurangnya perhatian orang tua dalam mengasuh dan mendidik anak sejak dini.

Buku ini memberikan satu solusi alternatif untuk mengatasi persoalan yang dialami remaja tersebut. Salah satunya adalah mendorong orang tua untuk memberikan perlakuan dalam bentuk pengasuhan yang dilakukan secara Islami berdasarkan ajaran yang terkandung dalam Al-Qur'an dan Hadits. Setidaknya, dengan cara ini dapat meningkatkan kematangan beragama serta kontrol diri individu.

Cover_H MAWARDI

SINOPSIS

Al-Qur’an mempunyai beberapa fungsi, antara lain sebagai: Petunjuk bagi orang-orang bertaqwa dan berita gembira bagi kaum mu’min (QS. al-Baqarah 2 : 2, 97). Bukti kebenaran yang memancarkan cahaya terang benderang  (QS. an-Nisâ’ 4 : 174). Penjelasan terhadap segala sesuatu (QS. an-Na?l 16 : 89) dan pemisah antara yang hak dengan kebatilan (QS. al-Baqarah 2 : 185) serta penawar penyakit, petunjuk dan rahmat (QS. Yunus 10 : 57).

Untuk itulah, Allah memerintahkan untuk men­tadabburi al-Qur’an berdialog dengan al-Qur’an. Menjadikan al-Qur’an sebagai landasan riil dalam segala lini kehidupan. Kejayaan dan kemuduran Umat ini tergantung dengan dekat dan tidaknya dengan ajarannya, al-Qur’an.

Orisinilitas pemahaman yang utuh terhadap al-Qur’an tentu harapan semua pihak. Karenanya, penulis buku ini menjatuhkan pilihan tafsir komparatif tematik menjadi pilihan paling rasional saat ini. Pembahasan tentang pengentasan kemiskinan dalam bingkai para mufassir urgen dibahas.

Maka telaah tentang Ayat-ayat Pengentasan Kemiskinan Perspektif Mufassir, dari dua kawasan berbeda dengan latar belakang keilmuan mumpuni dan praksis sosial kemasyarakatan menjadi penting. Karenanya, tulisan ini juga sebagai upaya mentadabburi dan menikmati ma’dubatu Allâh dalam bingkai Tafsir al-Qur’an dengan metode komparatif tematik.

 Cover_H. abdullah

SINOPSIS

Semangat nasionalisme saat ini semakin tergerus dan sering dihadapkan secara Vis a Vis dengan semangat religiusitas. Padahal realitasnya, religiusitas sama sekali tidak bertentangan dengan nasionalisme. Bahkan, sejarah membuktikan bahwa, sejarah nasionalisme di Indonesia memiliki akar yang kuat dalam tradisi agama Islam.

Jadi, tujuan ditulisnya buku ini adalah untuk memantapkan semangat religiusitas (Islam) yang dapat mengokohkan semangat nasionalisme di Nusantara. Dengan demikian, pembahasan dalam buku ini dapat membangun kepribadian generasi muda bangsa Indonesia yang nasionalis sekaligus religius.

Cover_HARYU

SINOPSIS

Lepas dari pro dan kontra, untuk keluar dari kemelut pendidikan dalam menciptakan generasi yang berkualitas dan sesuai tuntunan agama adalah melakukan penerapan sistem pengasuhan berdasarkan syariat Islam yang dituntunkan Rasulullah SAW.  Dengan pembinaan anak sejak dini dalam keluarga berdasarkan pola pengasuhan yang Islami yang berdasarkan al-Qur’an dan Hadits, akan memberikan pondasi yang kokoh dan kuat terhadap anak dalam menghadapi segala persoalan kehidupan dalam bermasyarakat, bernegara dan berbangsa.

Buku ini setidaknya menggambarkan tentang bagaimana pengasuhan secara Islami berdasarkan al-Qur’an dan Hadits sehingga dapat membantu anak mengatur diri dalam belajar serta memiliki memotivasi berprestasi dan meningkatkan prestasi belajar anak. Karena disinyalir bahwa, ada Hubungan Antara Pengasuhan Islami Dengan Self Regulated Learning, Motivasi Berprestasi, dan Prestasi Belajar.

Cover_INDAH WAHYUNI

SINOPSIS

Salah satu ciri penelitian kuantitatif adalah menggunakan statistik. Kegunaan statistik dalam penelitian bermacam-macam, yaitu sebagai alat untuk penentuan sampel, pengujian validitas dan reliabilitas instrument, penyajian data, dan analisis data. Analisis data lebih difokuskan untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis penelitian yang diajukan.

Namun pada umumnya, calon peneliti sering ketakutan melakukan penelitian dengan metode kuantitatif, karena merasa sulit menggunakan statistik. Padahal sebenarnya tidak, asalkan bisa memahami jenis data dan bentuk hipotesis yang akan diuji. Karena, untuk memilih teknik statistik yang akan digunakan dalam pengujian hipotesis, maka pertama-tama harus memahami terlebih dahulu jenis data yang akan dianalisi dan bentuk hipotesis yang diajukan.

Oleh sebab itu, kehadiran buku ini setidaknya dapat membantu mengurai kegelisahan dan ketakutan para calon peneliti melakukan penelitian dengan metode kuantitatif tersebut, karena merasa sulit menggunakan statistik.

Cover_KASMAN

SINOPSIS

Teori gerak sejarah menurut pemikiran Malik Bin Nabi bahwa penggerak utama sejarah bangsa manapun, tidak terkecuali bangsa Barat, adalah agama/pemikiran keagamaan. Dunia Islam dan Dunia Barat dapat memasuki kancah peradaban adalah karena agama/pemikiran keagamaan.

Memang, pandangan tersebut bukanlah hal baru kalau itu terkait dengan kemajuan peradaban Islam. Tetapi lain halnya jika menyangkut kemajuan peradaban Barat. Pandangan umum yang ber-kembang bahwa kemajuan peradaban Barat tidak memiliki hubungan dengan agama/pemikiran keagamaan. Tetapi, dengan argumen-argumen yang diajukan secara meyakinkan, Bin Nabi menya-takan bahwa Barat tanpa sentuhan agama/pemikiran keagamaan tidak akan mampu memasuki arena peradaban. Untuk itu, agar pemikiran Bin Nabi ini lebih dikenal luas, buku ini diterbitkan.

Cover_KHOIRUL FAIZIN

SINOPSIS

Data sejarah, sebagaimana dipahami, adalah sebuah potret perjalanan kehidupan masa silam. Keberadaannya menjadi wacana jati diri dan cermin yang dapat dimanfaatkan untuk merengkuh masa depan yang lebih gemilang. Partai Islam sebagai sebuah data sejarah, merupakan kekuatan Islam politik (political Islam) yang merepresentasikan kekuatan umat Islam sebagai penduduk mayoritas, telah mencatatkan diri dalam pentas perpolitikan nasional Indonesia.

Penelusuran dan penulisan yang dilakukan penulis dalam buku ini atas data sejarah tersebut, selebihnya lebih didasari oleh sebuah niatan untuk menampilkan (secara) utuh dan kronologis sepak terjang kekuatan Islam politik di Indonesia. Selebihnya, berusaha untuk mendiskusikan bagaimana seharusnya dan dalam bentuk apa kekuatan Islam politik itu dibangun dan diapresiasikan. Entry point-nya, agar ruh dan nafas Islam sebagai agama rahmatan lil alamin tidak terdegradasi dan tereliminisi.

Cover_LUTFIL HAKIM BARU

SINOPSIS

Pesantren adalah lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang masih eksis hinggga saat ini. Dalam perjalanannya, lembaga ini turut andil dalam meletakkan sendi-sendi terbentuknya tata nilai sosial kemasyarakatan dan kebangsaan, mulai ketika bangsa ini masih ‘primitif’ sampai pada abad transformasi. Bukan hanya itu, secara fisik, pesantren juga menjadi pelopor dalam upaya memperjuangkan kemerdekaan melawan kerakusan penjajah asing, dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan cara-cara yang khas pesantren.

Kekhasan dunia pesantren tersebut merupakan ‘brand image’ tersendiri yang tidak bisa ditemukan dalam wajah dunia yang lain. Pesantren memiliki rasa dan aroma yang membedakan dirinya, meskipun ini tidak dibuat dengan kesengajaan,  dengan komunitas lain. Jika pada jaman wali songo atau kerajaan-kerajaan Islam masih kokoh berdiri di Nusantara, lembaga pendidikan ini tidak hanya sebagai lembaga yang dipercaya menjadi tempat pendidikan bagi penanaman nilai-nilai tauhid, akhlaq, serta wacana sosial kemasyarakatan yang berkembang ketika itu, tetapi lebih dari itu ia dipercaya sebagai tempat pendadaran dan pengkaderan generasi muda Islam untuk menghasilkan kualitas lulusan yang ketangguhannya tidak bisa diragukan lagi.

Buku ini mencoba mengupas banyak hal tentang lembaga pendidikan pesantren --yang bisa jadi-- nantinya sebagai model pendidikan alternatif dalam menyikapi transformasi sosial yang menimbulkan efek negatif terhadap nilai-nilai dasar masyarakat. Buku kecil ini bisa melengkapi khazanah ilmu pengetahuan tentang kepesantrenan yang telah banyak ditulis oleh para pengamat ataupun orang dalam pesantren sendiri.

Cover_MAHMUDAH

SINOPSIS

Tema-tema yang dibahas dalam buku ini lebih dititikberatkan pada ayat-ayat yang berkaitan dengan ekonomi. Dengan demikian, kehadiran buku ini sebagai alternatif untuk memahami peta ayat-ayat ekonomi sebagai pegangan menjalankan praktik mu’amalah dalam kehidupan sehari-hari.

Penyajian Buku ini disusun dengan maksud untuk membantu semua lapisan masyarakat yang berkepentingan dengan ekonomi Islam, khususnya mahasiswa program studi Muamalah dan Ekonomi Syariah dalam mempelajari mata kuliah Tafsir Ayat Ekonomi.

Sudah barang tentu, penulisan buku ini mengacu pada silabi mata kuliah Tafsir Ayat Ekonomi pada program studi Muamalah dan Ekonomi Syariah Jurusan Syariah STAIN Jember.

Cover_MANSUR AL MATURIDI BARU

SINOPSIS

Sudah  menjadi kesepakatan ummat Islam, bahwa al-Hadits merupakan sumber syariat islam kedua setelah al-Qur-an. Oleh karena itu mempelajari hadits-hadits Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- merupakan kewajiban sebagaimana mempelajari al-Qur-an. Demi menyempurnakan pengkajian kita terhadap hadits-hadits Nabi Muhammad –shallallahu ‘alaihi wasallam-, dan memudahkan dalam menelaah sunnah yang diwariskan oleh beliau, serta mampu memilah antara yang shahih dan yang dha’if dari hadits dan sunnah tersebut, maka dibutuhkan wasilah khusus yang bisa  merealisasikan hal tersebut, wasilah tersebut adalah ‘Ulumul Hadits.

Ilmu hadits adalah ilmu yang membahas kaidah-kaidah untuk mengetahui kedudukan sanad dan matan, apakah diterima atau ditolak. Sebab, al-Qur’an dan al-Hadist merupakan sumber hukum dalam Islam yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya. Mengingat, al-Qur’an sebagai sumber hukum yang pertama dan utama hanya memuat dasar-dasar yang bersifat umum bagi syari’at Islam, maka al-Hadist sebagai sumber hukum yang kedua yang tampil sebagai penjelas (bayan) terhadap ayat-ayat  al-Qur’an yang masih bersifat global, menafsirkan yang masih mubham, menjelaskan yang masih mujmal, membatasi yang mutlak (muqayyad), mengkhususkan yang umum (‘am), dan menjelaskan hukum-hukum serta tujuan-tujuannya, demikian juga melahirkan hukum-hukum  yang secara eksplisit tidak dijelaskan oleh al qur’an.

Karenya, ulumul hadist menjadi ilmu yang penting dalam mempelajari ilmu hadist agar dapat memahamai al-Qur’an secara mendalam. Kehadiran buku merupakan salah satu referensi untuk memasuki gerbang lautan hadits. Selamat membaca

Cover_MARTOYO_baru

SINOPSIS

Pemberlakukan undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syari`ah merupakan lex specialis pengaturan bank Syari`ah dan secara tegas menyatakan penggunaan jaminan dalam penyaluran pembiayaan perbankan Syari`ah. Praktek jaminan dalam akad pembiayaan bagi hasil (mudharabah dan musyarakah) dalam fiqh Islam dipandang inkonsisten terhadap prinsip akad amanah, sehingga penggunaan jaminan dalam akad tersebut di-pandang tidak sah (ghairu shahih).

Sedangkan untuk mewujudkan kepercayaan (amanah) sebagaimana fiqh Islam tidak mudah, jika pengelola dana menyalahgunakan amanah, sehingga bank syari`ah dan nasabah investor akan mengalami kerugian. Karena itu, penggunaan jaminan dalam praktek perbankan Syari`ah dibutuhkan kajian akademis baik dari sisi fiqih Islam maupun hukum positif di Indonesia

Kehadiran buku ini dapat membantu pembaca menemukan konstruksi nalar penormaannya dalam rangka menjamin kemurnian syari`ah serta kepastian hukumnya. Tidak hanya itu, buku yang ada di tangan pembaca ini sebagai upaya memperkaya khazanah studi hukum perbankan Syari`ah yang relatif masih membutuhkan perhatian para akademisi maupun praktisi hukum.

 Cover_MASKUD

?? ??????? ?????? ?????????? ??????? ???? ?? ????? ???? ????? ????? ?? ??? ??????? ???? ??? ??? ????? ?? ?????? ???????? ???????? ?????? ????? ?? ?????? ??????? ??????? ???? ???? ????? ??? ??? ???? ????? ?????? ???????? ??????? ?? ??? ?????? ??? ??????? ? ??????? ????? ?? ?? ??? ??? ???? ????? ???????? ?? ????? ???????? ??? ???? ??????? ???? ??? ????? ?? ??? ?????? ????? ????? ?? ????? ?????? ????? ? ????? ?????? ?????? ????? ????? ?????? ?????? ???????? ??????? ??????? ?????? ?? ??????? ????? ??? ?? ????? ?????? ?????? ?????? ??? ????? ???????? ? ????? ??? ?????? ?????? ??????? ?????? ??? ???? ?????? ?? ?????.

                ????????? ??????? ?? ????? ????? ?????? ???? ???? ???? ?? ???????. ??? ??? ???? ?????? ????????? ??????? ?? ??????? ???? ??? ??????? ? ?????? ??? ????????? ????? ?? ??????? ??? ????? ?? ????? ???????? ???? ?? ????? ?? ????? ?? ????? ??????? ??? ????? ????? ??????? ??????????? ???? ?????? ??????? ?????? ?? ????? ??????? ??????? ?? ?? ????? ??????? ???? ???. 

????? ?? ???? ??? ?????? ????? ??? ????? ?????? ????????? ??????? ??????? ??? ?? ??? ???? ???????? ????????? ?? ??????? ??????? ??????? ??????? ?????? ??????? ??? ??? ????.

Cover_MF HIDAYATULLAH

SINOPSIS

Buku ini ini mengulas tentang bagaimana lembaga pendidikan Islam ikut diwarnai oleh persaingan yang cukup ketat oleh lembaga pendidikan lain. Karena diakui atau tidak, sekolah atau lembaga pendidikan yang berkualitas semakin menjadi pilihan, dan sebaliknya lembaga pendidikan yang kurang berkualitas, semakin ditinggalkan. Kendati demikian, untuk memenangkan kompetisi, tidak semata dengan meningkatkan kualitas, tetapi untuk saat ini diperlukan strategi pemasaran memenangkan persaingan tersebut.

Apalagi, dengan booming TI (tekhnologi informasi), internet, facebook, youtube, serta jaringan on-line lainnya menjadikan lembaga pendidikan Islam ditantang untuk bersaing secara berhadapan dengan lembaga lainnya yang sudah berkualitas, termasuk dengan lembaga pendidikan dari mancanegara yang mulai mendapatkan izin untuk membuka cabang di Indonesia, serta lembaga pendidikan di negara-negara lain, sehingga peminat yang akan belajar di lembaga pendididkan Islam juga meningkat.

Cover_MIQDAD BARU

SINOPSIS

Islam merupakan agama rahmatal lil a’lamin, yang dibawa oleh Muhammad SAW melalui wahyu Allah yang populer dengan sebutan al-Qur'an. Karena itu, untuk memahami Islam secara komprehensip dan kokoh, maka selain harus mengenal sosok Muhammad secara keseluruhan, juga  suatu keniscayaan untuk mengetahui isi dan kandungan al-Qur'an. Studi dan kajian keislaman tidak lepas dari dua aspek tersebut.

Meski tema "Islam dan Ke-islam-an" dalam buku ini tidak berhenti pada sosok Muhammad SAW dan al-Quran, tetapi paling tidak kajian ini lebih diorientasikan pada usaha sadar dan sistematis untuk mengetahui dan memahami serta membahas secara mendalam tentang seluk-beluk atau hal-hal yang berhubungan dengan agama Islam, baik berhubungan akidah, syari'ah, tasawuf, sejarah maupun praktik-praktik pelaksanaannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Buku bunga rampai ini merupakan kumpulan tulisan saat aktif di LPSI (Lembaga Penelitian dan Studi Islam) Kuliyah Syari'ah Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan. Isi buku ini membahas seputar Akidah, Syari'ah, Tassawuf, Sejarah dan lain sebagainya yang dikupas secara aktual. Di samping itu, bunga rampai ini berisikan tulisan-tulisan penulis ketika mengikuti mata kuliah di STAIN Jember yang sudah dilakukan beberapa perbaikan dan penyesuaian.

 

Cover_MOH hotib

SINOPSIS

Pulau Bali dikenal dengan “Pulau Seribu Pura”, karena mayoritas penduduknya menganut agama Hindu Dharma. Di atas pulau yang menyedot perhatian wisatawan domestik dan manca negara ini, sebenarnya mayoritas umat Hindu Dharma Bali tidak hidup sendirian. Terdapat sejumlah komunitas etnis dan agama lain yang membentuk kantong-kantong sub-kultur (enclave) di beberapa daerah yang hidup rukun dengan penduduk mayoritas. Sebagai kelompok minoritas dalam kehidupan sosial masyarakat Bali yang kental dengan nuansa Hindu tanpa kehilangan identas asli mereka. Salah satu kelompok minoritas di Bali yang sekaligus menjadi kajian dalam buku adalah komunitas Muslim.

Buku ini mencoba mendeskripsikan mobilitas perekonomian masyarakat minorotas muslim di Bali, khususnya masyarakat muslim Jembrana. Pengembangan potensi ekonomi masyarakat muslim Jembrana secara umum terdapat empat bidang potensi ekonomi, yaitu bidang kelautan, bidang perdagangan dan industri olahan, bidang ketrampilan seperti tenun kain, dan bidang pertanian dengan bidang garapan bertani agrikultura.

Pola interaksi masyarakat Muslim Jembrana dengan penduduk lokal dapat dipilah menjadi tiga, menurut etnik dan masa kedatangan, yaitu muslim keturunan Bugis Makasar yang datang pada gelombang pertama pada sekitar abad XVI M, muslim keturunan Melayu Kesultanan Kadriyah Pontianak, mereka datang pada sekitar abad XVII M, komunitas muslim gelombang berikutnya yang berasal dari keturunan Jawa-Madura.

 Cover_MOH solihin

SINOPSIS

 Buku ini mengulas tentang bagaimana sebuah profesi guru hanya dapat memperoleh pengakuan dan kepercayaan dari masyarakat, bilamana dalam diri para guru profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya. Tanpa etika profesi, apa yang semua dikenal sebagai sebuah profesi yang terhormat akan segera jatuh terdegradasi menjadi sebuah pekerjaan pencarian nafkah biasa (okupasi) yang sedikitpun tidak diwarnai dengan nilai-nilai idealisme dan ujung-ujungnya akan berakhir dengan tidak-adanya lagi respek maupun kepercayaan yang pantas diberikan kepada para elite profesional ini.

Dengan demikian, etika profesi paling tidak sebagai refleksi dari apa yang disebut dengan self control, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial (profesi) itu sendiri. Kehadiran buku Etika Profesi Pendididkan ini, guru yang profesional memiliki kemampuan melakukan profesionalisasi secara terus-menerus, memotivasi diri, mendisiplinkan dan meregulasi diri, mengevaluasi diri, kesadaran diri, mengembangkan diri, berempati, menjalin hubungan yang efektif.

Cover_MOH

SINOPSIS

Krisis bangsa Indonesia dan dunia global saat ini terletak pada hancurnya hati nurani dan menghamba pada nilai-nilai material, kekuasaan, kepentingan dan membunuh terhadap identitas sosialnya demi memenangkan kepentingan golongan dan kelompoknya masing-masing. Menjadikan areal sosial sebagai varian kepentingan ekonomi (homo economicus), varian kepentingan politik serta varian yang menjadikan sosial sebagai tumbal (homo homini lupus). Konteks demikian mengutip bahasa dalam al-Qur’an mengatarkan pada kehidupan yang Asfalas Safilien.

Suatu hal yang luar biasa, yaitu Nabi tidak saja mampu menerjemahkan wahyu langit kemudian mengakar ke bumi, tetapi juga bagaimana Nabi mampu mengkontekskan wahyu tersebut dengan kondisi masyarakat dan lingkungan di Arab ketika itu. Sehingga Islam datang tidak hanya menjadi sekedar dogmatis saja, akan tetapi memberikan suatu alternatif pilihan akan suatu peradaban kehidupan yang benar-benar baru.

Semangat itulah yang coba dituangkan kembali oleh penulis dalam buku yang berjudul Pendidikan Profetik: Paradigma Baru dalam Pendidikan Transformatif ini. Bahwa Islam perlu dipahami sebagai dan dalam kerangka ilmu. Sebab, pola keilmuan akan lebih menjanjikan sifat yang obyektif, faktual dan terbuka. Dengan cara itu, umat akan dapat melakukan transformasi sosial berdasarkan cita-cita profetik yang ditunjuk dalam Al Qur’an, yaitu Humanisasi, Liberasi dan Transidensi.

Maka dalam sisi pendidikan, tiga hal dasar utama tersebut menjadi paradigma dalam mengembangkan sistem pendidikan hingga pada dataran penyelenggaraan pendidikan di kelas. Pendidikan Profetik tidak hanya dilakukan untuk mengejar standar kompetensi dan tujuan di dalam kurikulum saja. Peserta didik dalam setiap sesi mata kuliah atau mata pelajaran harus diajak berdialog, berdiskusi dan mengkontekskan apa yang sedang dibahas tersebut dengan realitas sosial yang sedang terjadi. Sehingga peserta didik memiliki wawasan dan pengetahuan akan kondisi masyarakat dan lingkungan tempat ia berada selama ini serta mampu memiliki sence of belonging akan masalah sosial yang muncul. Disinilah letak vital pembentukan visi profetik sebagai salah satu langkah perwujudan masyarakat yang berperadaban.

 Cover_MUNDIR

SINOPSIS

Buku ini hadir dilatarbelakangi oleh hasil refleksi terhadap sejumlah buku penelitian hasil koleksi perpustakaan STAIN Jember. Mayoritas buku tersebut menghadirkan pembahasan secara terpisah antara penelitian kuantitatif dan kualitatif. Kalau saja ditemukan buku yang memadukan pembahasan keduanya, jumlahnya relatif masih sedikit. Karena itu, buku ini sengaja didesain atau ditulis dengan menghadirkan pembahasan keduanya.

Berbeda dengan buku-buku penelitian lainnya, buku ini sengaja menghadirkan pembahasan yang bersifat komparatif dengan membahas subtansi materi dari aspek kuantitatif dan kualitatif. Dengan demikian, akan didapatkan kompetensi penelitian yang lebih komprehensif, total, dan menyeluruh.

Buku ini juga menghadirkan contoh proposal penelitian yang ditulis berdasarkan rambu-rambu Pedoman Penulisan Karya Ilmiah STAIN Jember. Contoh tersebut meliputi proposal penelitian kuantitatif, kualitatif, dan tindakan kelas. Contoh-contoh tersebut diharapkan dapat dijadikan dasar pijakan atau dapat mengilhami adanya penelitian-penelitian baru yang benar-benar A-P-I-K (Asli, Perlu, Ilmiah, dan Konsisten).

Oleh karena itu, buku ini dipandang amat kontributif dan dapat membantu peneliti, baik pemula maupun tingkat lanjut, dalam melakukan penelitian, sejak pemahaman awal, penyusunan proposal, hingga aplikasi, dan penulisan laporannya.

Full Text PDF :  MUNDIR_METODE_PENELITIAN_KUAL-KUANT_2013

Full Text FLASH :  MUNDIR_METODE_PENELITIAN_KUAL-KUANT_2013 (aktifkan flash player untuk membuka file)

Cover_MUNIRON

SINOPSIS

Meski banyak pemikiran al-Ghazali yang dikupas para ahli, tetapi kajian khusus mengenai pandangannya terhadap paham ittihad al-Busthami dan hulul al-Hallaj belum banyak dilakukan. Pada umumnya, kajian ilmiah tentang al-Ghazali terfokus pada pemikirannya di luar sufisime (tasawuf). Akibatnya, informasi yang dapat dipahami masih bersifat parsial dan kurang memuaskan. Dengan demikian, tema bahasan ini menfokuskan tentang bagaimana pandangan al-Ghazali terhadap ittihad dan hulul.

Karena itu, buku ini mencoba melacak pandangan al-Ghazali terhadap ittihad Abu Yazid al-Busthami dan hulul Abu Mansur al-Hallaj. Harus diakui bahwa kajian tentang paham ittihad, hulul dan terutama menyangkut pandangan terhadap keduanya bukanlah merupakan topik pengamatan yang pertama tentang pemikiran al-Ghazali.

Cover_MUSTAJAB

SINOPSIS

Penyelesaikan masalah-masalah yang menggerus seman­gat nasionalisme merupakan tanggung jawab bersama bangsa Indonesia. Nasionalisme saat ini tidak bisa dipisahkan dengan konsep kewarganegaraan (citizenship),yang didasarkan pada prinsip persamaan di depan konstitusi. Merumuskan konsep dan nilai-nilai ideal negara nasional Indonesia adalah pekerjaan yang memeras pikiran dan memerlukan tanggung jawab moral yang tidak ringan.

Konsep dan nilai-nilai ideal tersebut alih-alih kian kokoh dan berakar kuat malah semakin memu­dar, bahkan lenyap ditelan zaman krisis multidimensi yang mendera harapan. Kehadiran komunitas pesantren dengan sendirinya memiliki tang­gung jawab yang porsinya lebih besar. Jadi, komunitas pesantren dituntut mampu merumuskan model nasionalisme masa depan yang terkait erat dengan laju perkembangan era globalisasi yang sangat pesat.

Meski demi­kian, pesantren dituntut untuk tidak tercerabut dari akar tradisi dan historisnya yang menjadi karakter khasnya, khususnya mengenai tradisinya yang intens dalam mengeksplorasi kan­dungan kitab-kitab kuning. Untuk itu, epistemologi nasionalisme dalam wacana fiqh di pesantren perlu selalu ditumbuhkan, dikuatkan, dan dikembangkan secara terus menerus, sehingga mampu mampu mengontekstualisakan wacana dan sikap nasionalisme pada masa kini, tanpa tercerabut dari akar epistemologis tradisi intelektualnya. Dengan begitu, masyarakat pesantren konsisten terhadap prinsip paradigma keilmuannya yang paling canggih, yaitu al-muhâfadatu ‘alâ al-qadîmi al-shâlih wa al-akhdu bi al-jadîdi al-ashlâh.

Cover_NIA

SINOPSIS

Seperti tertuang dalam UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen bahwa seorang dikatakan profesional jika memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditetapkan, sehingga dapat diakui masyarakat. Begitu juga halnya dengan profesi guru. Menjadi guru yang profesional bukan hanya mampu menguasai kelas dan memahami metode-metode serta strategi dalam mengajar, tetapi juga harus mampu melihat kondisi kelas dan memahami keadaan fisik dan psikis dari peserta didik, agar guru dapat melaksanakan pembelajaran dengan baik.

Hal yang demikian, dapat menunjang semangat peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran, karena metode dan strategi yang disiapkan guru dengan matang akan menambah proses pembelajaran lebih baik. Disamping harus mempersiapkan sebelum mengajar, sebagai seorang guru juga harus mampu mengevaluasi hasil pembelajaran dari peserta didik. Dalam buku ini, penulis mencoba menjelaskan beberapa cara yang digunakan dalam mengevaluasi hasil belajar, dan mengapa evaluasi tersebut penting dalam proses pembelajaran.

Dengan demikian, penulisan buku ini dikhususkan untuk para guru, terkait dengan bagaimana seorang guru dikatakan profesional dan ahli dalam profesinya. Dan tidak kalah pentingnya, seorang pengajar yang profesional harus mengetahui metode dan strategi yang akan digunakan yang sesuai dengan kondisi/keadaan kelas. Di sini ada beberapa metode dan strategi yang dapat digunakan untuk para pengajar dalam menyampaikan materi kepada peserta didik.

Cover_NINUK INDRAYANI

SINOPSIS

Lexical approach advocates argued that language consisted of meaningful chunks that, when combined, produce continuous coherent text, and only a minority of spoken sentences were entirely novel creations. The effort to increase the vocabulary skill and size was realizable through contrived (intentional) and incidental learning.

The high-frequency words used in this module. This group of high-frequency words was very important because these words covered a very large proportion of the running words in spoken and written texts and occur in all kinds of uses of the language. In the contrived learning the students were given some exercises that were aimed to increase their passive vocabulary skill. Furthermore, extensive reading, as the incidental learning activity, was assigned to the students to elaborate their vocabulary size especially their receptive vocabulary.

Cover_NUR KOMALA

SINOPSIS

Epistemologi kontemporer sebagai sumber pengetahuan untuk menjawab tantangan setiap perma­salahan yang ada dan akan terjadi di kemudian hari sebagai solusi mutakhir tanpa menyudutkan kelompok-kelompok yang mene­kankan sumber pengetahuan yang berasal dari nash maupun akal. Dengan metode pendekatan sosio-historis yaitu mengandung arti modernisasi pemikiran, gerakan dan aliran dalam usaha untuk merubah faham-faham, adat istiadat dan intitusi lama disesuaikan dengan suasana baru yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pe­ngetahuan dan tekhnologi modern.

Unsur pembaruan mencakup produk, metode, dan respon terhadap perkembangan permasalan-permasalahn yang baru. Untuk mencapai tujuan tersebut dalam perpektif pembaruan hukum Islam di perlukan Ijtihad. Sebab, permasalahan-permasalahan baru senantiasa muncul berkesinambungan sehingga untuk meme­cahkannya diperlukan Ijtihad dan pembaruan-pembaruan yang inovatif dalam hukum Islam.

Epistemologi kontemporer ini akan memberikan solusi dan acuan  dalam menghadapi situasi dan kondisi aktual, sebagai pembaruan hukum Islam. Namun demikian, tetap mengakui adanya hukum Islam kaffah. Dalam artian dapat menyeimbangkan produk dengan permasalahan yang kompleks.

Cover_PUJIONO

SINOPSIS 

Buku ini mengacu bahwa hukum Islam menghadapi tantangan lebih serius, terutama pada abad kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk menjawabnya, tidak bisa hanya mengandalkan fikih klasik, karena disamping terbatas kemampuannya dalam menjangkau masalah-masalah baru, juga terdapat pendapat-pendapat yang kurang relevan dengan abad kemajuan ini. Oleh karena itu, umat Islam perlu mengadakan penyegaran kembali terhadap warisan fikih.

Dalam konteks ini, ijtihad menjadi sebuah kemestian, baik secara individual (fardy) maupun secara kolektif (jama`y). Lembaga Bahthul Masail PCNU Jember sebagai salah satu forum diskusi dalam organisasi Nahdlatul Ulama yang berfungsi untuk merespon dan memberikan solusi hukum yang muncul di masyarakat, telah melakukan beberapa kegiatan ijtihad jama`i

Cover_RAFID ABBAS

SINOPSIS

Larangan penulisan hadith yang bersamaan dengan penulisan al-Qur’an, menimbulkan pemahaman yang berbeda dikalangan shahabat. Berangkat dari itu, semua hadith, khususnya yang menjadi kontroversi dikalangan shahabat, harus diteliti kembali.

Pada kenyataannya, tidak semua hadith redaksi Rasul, ada juga redaksi shahabat, tingkat kesalahan juga ada, yaitu ketika memahami sesuatu yang datang dari Rasul, dan juga shahabat hanya mengandalkan pada hafalan saja, hingga terjadi kontroversi ijtihad dan saling kritik diantara mereka sudah terjadi, namun sebagian ulama’ beranggapan bahwa kritik hadith itu terjadi pada abad ke lima hijriah hingga sekarang. Kritik hadith lebih banyak ditekankan pada sanad dan matan, jika sanadnya shahih, tetapi matannya bertentangan dengan nash yang lebih kuat, maka harus digunakan metode : Shahihul Isnad dan Dlaiful Matan, berkenaan dengan ini peneliti merasa perlu menelitinya lebih lanjut diseputar kontroversi dan kritik shahabat dalam masalah matan hadith.

Adapun fokus penelitian ini adalah : Bagaimana kesalahan terjadi pada shahabat dalam periwayatan hadith hingga menyebabkan adanya kritik matan hadith? Bagaimana kriteria kritik matan hadith menurut shahabat? Bagaimana kriteria kritik hadith menurut ulama’ hadith ?

Tujuan penelitian ini :Untuk mengetahui kesalahan ijtihad shahabat dalam meriwayatkan hadith, dan untuk mengetahui kriteria kritik matan hadith menurut shahabat, serta untuk mengetahui kriteria kritik hadith menurut ulama’ hadith. Adapun manfaatnya, secara teoritis, dapat memberikan sumbangan pemikiran untuk mengenal langkah dan pendekatan hadith shahih yang tidak bertentangan dengan nash yang lebih kuat.Secara praktisnya memberi manfaat dan masukan bagi pengembangan studi hadith dikalangan ummat Islam.

Penelitian ini tergolong penelitian pustaka, pendekatan kualitatif dengan mentakhrij hadith-hadith shahih yang saling bertentangan, dan tehnik yang digunakan dengan cara mendokumentasikan sumber data yang relevan dengan masalah yang dibahas, sumber data diambil dari kitab-kitab hadith shahih. Tehnik analisa yang digunakan dalam penelitian ini menganalisa permasalahan pada sanad dan matan hadithnya, dan berpedoman pada ilmu yang terkait dengannya, kemudian diadakan pemisahan mana yang lebih shahih dan kuat, dari itu akan ditemukan hukum-hukum yang dikandung didalamnya.

Cover_RIAYATUL HUSNAN

SINOPSIS

Sebagaimana tertuang dalam UU Sisdiknas pasal 3 diyatakan bahwa tujuan pendidikan adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dari sini jelas bahwa budaya religius merupakan bagian penting dari komponen tujuan pendidikan nasional. Namun demikian, fenomena maraknya dekadensi moral, tawuran, seks bebas, narkoba dan semacamnya yang melibatkan anak sekolahan, adalah sederet indikator yang menunjukkan bahwa terwujudnya buda-ya religius masih jauh dari harapan.

Dengan demikian, kehadiran pendidikan pesantren untuk mengembangkan budaya religius tidak bisa dipandang sebelah mata. Karenanya, pengembangan budaya religius di pesantren, tidak bisa dilepaskan dari kepemimpinan kyai sebagai aktor utama yang mewarnai kehidupan pesantren dan keseharian para santri. Kepemimpinan kyai di pesantren memiliki keunikan yang tinggi, kekuasaan kiai seringkali melebihi kekuasaan pemimpin formal. Sehingga, kyai bukan sekedar leader, tapi juga panutan moral dan pusat rujukan dalam banyak hal. Posisi ini menyebabkan semua perkataan, sikap dan perbuatan seorang kiai menjadi tolok ukur dan diikuti sepenuhnya oleh masyarakat bahkan kadang tanpa reserve.

Cover_RIDLO

SINOPSIS

Sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah, Menteri Pendidikan Nasional telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Permendiknas ini mengisyaratkan bahwa strategi peningkatan mutu pendidikan pada satuan pendidikan dapat dimulai dari peningkatan mutu kepala sekolah sebagai top manager dan top leader di sekolah.

Sesuai peraturan tersebut, profesionalisasi kepala sekolah diarahkan kepada penguasaan sejumlah kompetensi utama, yakni: kompetensi kepribadian, kompetensi manajerial, kompetensi kewirausahaan, kompetensi supervisi dan kompetensi sosial.

Buku sederhana ini bermaksud membantu pembaca mendeskripsikan konsep kelima kompetensi dari perspektif teoretik normatif menuju kepada pemahaman aplikatif praktik. Hal ini, mengingat materi buku banyak dihimpun dari pikiran pengalaman praktik penulis dan kolega dalam serangkaian program training, workshop, dan seminar ilmiah.

Cover_ROBIATUL ADAWIYAH BARU

SINOPSIS

Menurut Edward W. Said, orientalisme yang telah berkembang selama 32 dasawarsa ini, merupakan wacana kekuasaan yang sarat dengan selubung ideologis, karena ia selalu digunakan sebagai alat (tools) untuk imperialisasi dunia Timur, selama rentang abad ke-18 dan 19. Negara-negara Barat seperti Perancis, Inggris dan -pada kasus tertentu—Amerika Se­rikat, menggunakan piranti orientalisme untuk semakin me­ngokohkan kekuasaannya di belahan Timur. Napoleon (di Me­sir), Snouk Hourgronye (Indonesia) dan Sir William Jones (Beng ali India), adalah contoh betapa sangat terkaitnya antara orien­talisme dengan imperialisme.

Karenanya, orientalisme oleh Said, diartikan se­bagai tiga hal sekaligus. Pertama, sebagai sebuah disiplin aka­demik, orientalisme dimaknai sebagai studi tentang ketimuran. Kedua, orientalisme juga diartikan sebagai pembedaan secara epistemologis apa yang disebut dengan "Timur" (The Orient) dan "Barat" (The Occident). Dan ketiga, orientalisme diartikan sebagai korporasi lembaga yang melalui disiplin tersebut, ber­upaya melakukan kontrol dan pengawasan atas Timur. Me