Home
Pages
Buku Gelarku Tahun 2014

Buku Gelarku Tahun 2014


SINOPSIS

Buku ini hadir di bawah judul “Belajar dan Pembelajaran: Sebuah Kajian Kritis Konseptual”. Di dalamnya, terdapat 11 (sebelas) topik makalah yang sengaja disusun dan dikompilasi dalam rangka menambah khazanah keilmuan di bidang belajar dan pembelajaran. Inilah karakteristik yang dimiliki buku ini sekaligus pembeda baginya dibanding dengan buku-buku lain yang membahas berbagai hal terkait dengan belajar dan pembelajaran dalam bentuk non-makalah. Melalui buku ini, pembaca akan mendapatkan sejumlah informasi keilmuan terkait dengan belajar dan pembelajaran.

Full Text PDF : MUNDIR_BELAJAR_DAN_PEMBELAJARAN_2014

Full Text FLASH : MUNDIR_BELAJAR_DAN_PEMBELAJARAN_2014 (aktifkan flash player untuk membuka file)

========================================================================

SINOPSIS

Supervise pendidikan dan pembelajaran bukan menyodorkan suatu teori, tetapi menganjurkan sesuai kebutuhan dan untuk mengungkapkan beberapa karakteristik esensial teori. Supervisi pendidikan sebagai salah satu instrumen yang dapat mengukur dan menjamin terpenuhinya kualitas penyelenggaraan pendidikan maupun penyelenggaraan pembelajaran bertujuan untuk membantu guru agar lebih memahami peranannya di sekolah dan memperbaiki caranya mengajar, kemudian membantu kepala sekolah memperbaiki manajemen sekolah. Bantuan yang diberikan tersebut akan meningkatkan kualitas situasi dan proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan sekolah dan juga dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.

Full Text PDF : RODLIYAH Supervise pendidikan dan pembelajaran

Full Text FLASH : RODLIYAH Supervise pendidikan dan pembelajaran (aktifkan flash player untuk membuka file)

=======================================================================

01. KHUSNA AMAL

SINOPSIS

Perbincangan mengenai negara tidak bisa dilepaskan dari berbagai dimensi kehidupan sosial, terutama agama dan masyarakat sipil. Dalam konteks Indonesia, negara, agama, dan masyarakat sipil menjadi topik yang selalu menarik perhatian banyak kalangan. Ketiganya terikat oleh apa yang disebut dengan relasi kuasa, tidak saja dalam ranah politik, melainkan juga ranah sosial, kultural, pendidikan, privat dan publik.

Sejak lama, negara telah menjadi arena pertarungan –diskursif maupun praktis—antar berbagai kekuatan dalam masyarakat. Aneka kekuatan sosial dengan identitas dan kepentingannya yang beragam saling berkompetisi untuk memberikan bentuk, menguasai, dan mengontrol institusi negara beserta aparatusnya. Dalam konteks Indonesia, kekuatan-kekuatan sosial bercorak nasionalis, sosialis, dan populis-religius, tidak absen dalam perdebatan dan persaingan untuk memberikan bentuk pada negara baru pasca kolonial –mulai dari ideologi, sistem pemerintahan, penataan sumberdaya dan lain-lain.

Penulis buku ini mencoba memaparkan tentang berbagai perspektif untuk membaca relasi ketiga aspek tersebut; Perspektif Marxisme; Perspektif Pluralisme-Liberalisme; Perspektif Negara Otonom; Perspektif Poststrukturalisme; Perspektif Strategik-Relasional; dan Perspektif Kultural. Berbagai perspektif ini akan menjadi modal sosial untuk membaca, misalnya konstelasi kekuasaan yang melibatkan sejumlah kekuatan sosial, terutama antara agen Islam sipil dan agen negara pada mnasa Orde Baru.

 =======================================================================

SINOPSIS

 Islam sebagai agama yang universal, memiliki sumber ajaran yang telah terlembagakan yaitu al-Qur'an dan Hadits. Keduanya merupakan warisan terbesar bagi umat Islam, sebagaimana yang disabdakan Nabi bahwa siapapun yang berpegang teguh kepada al-Qur'an dan Hadits Nabi SAW maka tidak akan tersesat selamanya.

Sebagai wahyu Allah, al-Qur'an dan Hadits Nabi selain meru-pakan sumber fiqh dan tasyri juga merupakan sumber pengetahuan bagi umat Islam. Banyak sekali disiplin keilmuan yang lahir dengan diilhami isyarat-isyarat yang ada pada ayat-ayat al-Qur'an maupun Hadits Nabi. Hal ini berarti bahwa di dalam al-Qur'an maupun Hadits banyak fakta-fakta dan kebenaran ilmiah yang boleh jadi dapat terungkap di kemudian hari.

Salah satu yang diungkap penulis buku ini diantaranya adalah pengetahuan tentang embriologi yaitu tahap-tahap perkembangan embrio manusia selama berada dalam rahim seorang wanita. Pengungkapan al-Qur'an dan Hadits tentang perkembangan embrio menggunakan bahasa yang sangat singkat dan baru dapat difahami jauh setelah konsep-konsep perkembangan embrio manusia diperkenalkan oleh al-Qur'an dan Hadits. Selamat membaca!

=======================================================================

03. SUBAKRI

SINOPSIS

Islam sebagai agama yang universal, memiliki sumber ajaran yang telah terlembagakan yaitu al-Qur'an dan Hadits. Keduanya merupakan warisan terbesar bagi umat Islam, sebagaimana yang disabdakan Nabi bahwa siapapun yang berpegang teguh kepada al-Qur'an dan Hadits Nabi SAW maka tidak akan tersesat selamanya.

Sebagai wahyu Allah, al-Qur'an dan Hadits Nabi selain meru-pakan sumber fiqh dan tasyri juga merupakan sumber pengetahuan bagi umat Islam. Banyak sekali disiplin keilmuan yang lahir dengan diilhami isyarat-isyarat yang ada pada ayat-ayat al-Qur'an maupun Hadits Nabi. Hal ini berarti bahwa di dalam al-Qur'an maupun Hadits banyak fakta-fakta dan kebenaran ilmiah yang boleh jadi dapat terungkap di kemudian hari.

Salah satu yang diungkap penulis buku ini diantaranya adalah pengetahuan tentang embriologi yaitu tahap-tahap perkembangan embrio manusia selama berada dalam rahim seorang wanita. Pengungkapan al-Qur'an dan Hadits tentang perkembangan embrio menggunakan bahasa yang sangat singkat dan baru dapat difahami jauh setelah konsep-konsep perkembangan embrio manusia diperkenalkan oleh al-Qur'an dan Hadits. Selamat membaca!

=======================================================================

04. ST RD JANNAH

SINOPSIS

Tampil untuk berbicara di depan panggung dan ditonton oleh banyak orang, bukanlah hal gampang, malah bisa menimbulkan ketegangan. Ketegangan ini menurut Erving Goffman timbul karena ketidaksesuaian antara diri manusiawi kita dan diri kita sebagai hasil proses sosialisasi. Sehingga, ketegangan sebagai potret diri kita yang berbeda antara apa yang ingin kita lakukan secara spontan dan apa yang diharapkan orang lain untuk kita lakukan.

Buku ini isinya merupakan racikan dari hasil pengalaman penulis ketika berpidato dan menjadi MC dalam beragam acara. Dengan kata lain, buku ini menggambarkan hal-hal praktis yang dapat membantu pembaca budiman untuk mempersiapkan diri sebelum berpidato atau menjadi MC.

=======================================================================

06. Babun Suharto

SINOPSIS

SAINS dan teknologi informasi-komunikasi memberi kemudahan bagi setiap orang melakukan apa saja, kapan saja, dan di mana saja, serta membawa budaya baru yang berpotensi mendorong dialog peradaban di satu sisi dan benturan peradaban di sisi yang lain. Sayangnya, teknologi informasi dan komunikasi terlalu cepat untuk diikuti oleh kebanyakan orang sehingga mengalami future shock, sebuah tekanan dan disorientasi akibat terlalu banyak perubahan dalam waktu yang terlalu singkat.
REALITAS ini berimplikasi bagi PTAI, misalnya pergeseran orientasi masyarakat tentang pendidikan dan tujuan belajar pada lembaga pendidikan formal. Kalau sebelumnya cenderung didorong semata-mata perluasan wawasan, kini lebih didorong memperoleh pekerjaan. Kenyataan ini menuntut PTAI mengadakan penataan dan pengembangan organisasinya. Keputusan ini sangat penting bagi kelangsungan hidup institusi karena bisa mengadakan adaptasi dan pengontrolan terhadap lingkungan serta dapat mengangkat kedudukan PTAI menjadi center of excellence di mata masyarakat.
AMANAT yang disematkan negara dan agama kepada PTAI adalah menyiapkan generasi bangsa yang berkualitas. Kehadiran sarjana diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah masyarakat, bukan justru menambah beban masyarakat. Disinilah paradigma dikotomi ilmu tentu tidak relevan lagi. Apalagi, dikotomi ilmu justru menjadi salah satu sumber penyebab umat Islam tertinggal dan mengalami kemunduran, sebab selama ini umat Islam hanya menggarap ilmu agama saja. Dikotomi ilmu sesungguhnya tidak selaras dengan misi Islam sebagai agama yang menebarkan panji-panji kehidupan rahmatan lil al amin. Islam mengajarkan universalitas yang mencakup urusan lahiriyah dan batiniyah atau urusan dunia dan akhirat.

=======================================================================

07. KUN WAZIS

SINOPSIS

Kejahatan seksual terus menghantui masyarakat yang hidup di abad modern seperti sekarang ini. Klaim manusia berperadaban menemukan paradoknya. Potret yang digambarkan media massa secara massif menunjukkan sisi lain kebobrokan moralitas. Tema kekerasan dan seks yang tersaji secara konstruktif melalui produk komunikasi massa itu telah ikut berkontribusi dalam “membiasakan diri” penikmat media untuk melihat kejahatan seksual sebagai sesuatu yang wajar. Efeknya,  disadari atau tidak,  ikut mengarahkan perilaku massa media untuk mengimitasi apa yang diajarkan media massa

Berbagai penyakit sosial sebagaimana diungkap media massa, seperti seks bebas, perselingkuhan, homoseksual, pedofilia (kekerasan seks terhadap anak), lesbian, legalisasi pelacuran, kasus pemerkosaan, bestiality (zina dengan binatang), sodomi, pencabulan, dan berbagai kasus kriminalitas dengan motivasi seksual telah menjadi  “ciri khas” realitas masyarakat kapitalistik di era digital saat ini. Kondisi ini bertambah parah dengan munculnya aneka warna penyakit seksual “menjijikkan” yang mewabah, sulit ditanggulangi, dan repot dicarikan obatnya.

Pandangan untuk menyelesaikan problematika sosial ini seperti tak pernah berujung. Konsep solusi yang ditawarkan seperti “tidak mempan” karena bertabrakan dengan teori realitas sosial. Sanksi yang diterapkan pun tidak memberikan dampak jera yang mampu menjamin rasa aman dan nyaman masyarakat dari ancaman kejahatan sosial itu. Kajian-kajian kasus, penelitian, dan paradigma silih berganti, namun belum mampu menentramkan jiwa manusia. Karena pemecahan yang cenderung sekularistik (memisahkan agama dari campur tangan bidang kehidupan), konsep agama Islam yang berasal dari Sang Khaliq tidak menemukan titik temunya. Sebagian manusia “alergi” dengan solusi yang diberikan Allah SWT, Dzat Maha Mengetahui Segala Sesuatu Yang Terbaik Bagi Makhluknya.

Buku ini menghadirkan Islam sebagai khazanah peradaban umat manusia yang mampu mengatasi problematika sosial itu secara mendasar dan menyeluruh. Islam mempunyai konsep tentang manusia yang berbeda dengan paradigma yang khas. Islam memandang manusia sebagai makhluk yang multi potensi. Setiap potensi bisa diarahkan kepada kebaikan atau kejahatan, tentu dengan tanggung jawab masing-masing. Islam mengarahkan potensi tersebut secara wajar, sesuai dengan fitrah dan akal sehat manusia.

=======================================================================

08. MUKNIAH

SINOPSIS

Pendidikan Agama Islam dapat diharapkan mengantisipasi dan meminimalisir penyimpangan norma-norma yang terjadi di masyarakat. Untuk itu, dibutuhkan upaya-upaya optimal dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, baik pada lembaga-lembaga pendidikan umum maupun lembaga pendidikan agama Islam (Madrasah).

Namun kenyataannya, harapan tersebut masih sebatas “harapan” dan tampaknya belum mampu berperan sebagaimana yang  diinginkan. Karena itu, suatu lembaga pendidikan, khususnya madrasah dituntut berperan maksimal untuk mengintegrasikan kurikulum yang digunakan.

Fakta yang dapat diungkap dalam buku ini, bahwa proses pembelajaran integratif Pendidikan Agama Islam di Madrasah Tsanawiyah Syarifuddin Wonorejo Lumajang, misalnya terjadi integrasi pelajaran diniyyah dengan pelajaran PAI yang yang bersifat formal. Sehingga, para murid sebelum memasuki kelas di diniyah mereka terlebih dahulu mengikuti test sesuai dengan kemempuan dasar untuk penempatan. Dan semua murid MTs syarifuddin harus mengikuti kegiatan pelajaran diniyyah.

Berdasarkan kajian yang dilakukan,  pembelajaran integratif Pendidikan Agama Islam ini didesain sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat dengan cara mengintegrasikan kurikulum  pondok pesantren. Implementasinya, diintegrasikan dengan kurikulum madrasah diniyah yang dikelola pesantren. Sehingga muatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam tidak hanya dilaksanakan di madrasah Tsanawiyah semata, juga terintegrasi dengan madrasah Diniyah yang menggunakan kurikulum pendidikan salaf yang menitikberatkan pada penguasaan materi ilmu-ilmu agama Islam (diniyah).

=======================================================================

09. YUSUF RIDLWAN

SINOPSIS

Bila ditelusuri secara historis, pendidikan agama Islam di Indonesia sudah berkembang sejak kedatangan Islam di Indonesia yang coraknya terwakili oleh kalangan pesantren atau dunia pesantren. Sebagai konsekuensinya, pesantren dituntut untuk tetap bertahan dan eksis dalam menghadapi tantangan dan pergolakan jaman. Karenanya, dalam melaksanakan aktifitas pendidikannya seharusnya mengarah dan bermuara pada tujuan pendidikan nasional, dengan tidak meninggalkan karakteristik dan tujuan khusus dari pesantren itu sendiri.

Pesantren tetap bisa bertahan, secara implisit mengisyaratkan bahwa dunia Islam tradisional dalam segi-segi tertentu masih tetap relevan di tengah deru modernisasi. Karena itu, pesantren mampu bertahan bukan hanya karena kemampuannya melakukan adjustment dan readjusment terhadap modernisasi, tetapi juga karena karakter eksistensialnya dalam mengkaji Turath Al Islam (warisan-warisan Islam) dengan membedah kitab-kitab kuning yang menjadi ciri khas daripada dunia pesantren itu (Azra, 1999: 107).

Disinilah arti penting buku ini yang mencoba mengkaji karya Al-Gazali, Ayyuha Al Walad, ditengah ketidakpastian hasil pendidikan seperti yang diharapkan banyak pihak. Corak pemikiran Al Ghazali tentang pendidikan Islam setidaknya berorintasi pada pembentukan pribadi yang berakhlak Al-Kari-mah yang bermuara kepada terbentuknya insan kamil atau muslim paripurna.

=======================================================================

10. Sri Lumatus Saadah

SINOPSIS

Praktek pembagian harta warisan di kalangan masyarakat Islam sering berbeda dengan teori fikih mawaris. Hal ini tampak dari praktek yang terjadi di masyarakat Lumajang. Menurut hasil studi penulis buku ini, bahwa konstruksi elit agama di Lumajang dalam hukum kewarisan, menghasilkan pola pembagian waris berdasarkan: a) penetapan bagian yang sama antara ahli waris laki-laki, khususnya anak-laki dan anak perempuan (1 : 1) selain memberikan bagian waris dengan mempertimbangkan aspek kebutuhan ahli waris tanpa melihat jenis kelamin, sehingga teknis dalam pembagian waris melalui musyawarah antar ahli waris. b) Dalam pendistribusian harta waris, para elit agama Lumajang ada yang membagi harta warisan dengan menunggu pasangan pewaris (biasanya janda) meninggal dunia terlebih dahulu. Selain itu, para elit agama Lumajang ada yang membagi harta dengan cara hibah waris yaitu, membagi harta ketika calon pewaris masih hidup.

Menurut penelusuran penulis, ada beberapa faktor yang digunakan sebagai pijakan atau landasan menentukan pembagian waris. Pertama, mewujudkan kemaslahatan dalam keluarga, baik menyangkut kemaslahatan yang berhubungan dengan harta, maupun terhadap ahli waris sendiri. Sehingga, dengan melaksanakan pola pembagian waris tersebut di atas, kerukunan, keharmonisan dan ketentraman dalam keluarga akan terwujud. Kedua, mempertimbangkan aspek kebiasaan atau tradisi (kultur), yang telah berkembang dalam ling-kungan keluarganya. Misalnya, anak perempuan dalam ma-syarakat tertentu akan mendapat tugas memelihara orang tuanya sampai kedua orang tuanya meninggal dunia. Dengan mempertimbangkan aspek ini, kemudian anak perempuan tadi diberi bagian yang lebih banyak dari  anak yang tidak serumah dengan orang tuanya. Ketiga, Gagasan pelaksanaan hukum kewarisan Islam yang berbasis kemaslahatan dalam realitas sosial adalah: pembagian waris dengan sistem takharr?j, pembagian waris dengan sistem perdamaian dan pembagian waris dengan cara hibah waris.

Disinilah pentingnya merumuskan suatu hukum dengan memanfaatkan kaidah fikih dan u?ul fikih serta pertimbangan tradisi, situasi dan kesejarahan secara proporsional untuk dipergunakan. Dengan demikian, harapan untuk menciptakan kemaslahatan semakin mudah untuk diwujudkan.

=======================================================================

13. Zeibur

SINOPSIS

Bahasa merupakan salah satu aspek yang tidak dapat dipisahkan dari seluruh kehidupan manusia. Ia senantiasa hadir dan dihadirkan. Ia berada dalam diri manusia, dalam alam, dalam sejarah, dalam wahyu Tuhan. Ia hadir karena karunia Tuhan Sang Penguasa alam raya Tuhan itu sendiri menampakkan diri pada manusia bukan melalui zat-Nya, tapi lewat bahasa-Nya, yaitu bahasa alam dan kitab suci (ayat kauniyah dan wahyu).

Dalam kehidupan manusia, bahasa mempunyai kedudukan yang sangat penting. Dengan bahasa, manusia membangun peradabannya. Bahasa tumbuh dan berkembang karena manusia. Manusia pun berkembang karena bahasa. Bahasalah yang memungkinkan manusia hidup dan berkembang sebagaimana kita saksikan hingga saat ini.

Keduanya menyatu dalam segala aktivitas kehidupan. Hubungan manusia dan bahasa merupakan dua hal yang tidak dapat dinafikan salah satunya. Tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa bahasa ibarat udara yang setiap saat dibutuhkan manusia bagi kehidupannya, dan sejuknya udara akan terasa nyaman saat ia berhembus dengan sepoi-sepoi, begitu juga bahasa akan terasa indah dan enak didengar saat ia disampaikan dengan nada, kalimat, dan intonasi yang bernilai estetik, nilai-nilai estetik bahasa khususnya bahasa Arab yang dikenal dengan nilai sastranya yang luar biasa hanya akan dijumpai dalam pembahasan buku ini yaitu Ilmu Balaghah yang di dalamnya membahas tiga materi pembahasan yaitu Ilmu Ma’ani, Ilmu Bayan dan Ilmu Badi’, tetapi untuk memberikan kejelasan dan konsentrasi terhadap ketiga pembahasan tersebut maka buku ini akan diterbitkan sebanyak tiga jilid sesuai pembahasan di dalamnya. Dan buku ini adalah buku yang ke_tiga dengan judul ILMU BADI’

=======================================================================

14. MARTOYO

SINOPSIS

Dalam pembaharuan pemikiran hukum Islam, kehadiran Fazlur Rahman membawa pencerahan dan perubahan berarti, progresifitas Pemikiran Rahman mampu menghidupkan kembali ruh hukum Islam dengan medialogkan normatifitas al-Qur`an dengan realitas sosial kontemporer.

 Berpijak dari pemikirannya tentang al-Qur’an dan as-Sunnah sebagai hukum setengah jadi (quasi laws), yang berarti tidak harus diterapkan secara har?yah. Al-Qur’an, sunnah sebagai sumber normatif hukum Islam, harus diperhatikan pada sisi subtansinya terdapat prinsip-prinsip umum seperti prinsip moral-sosial (al-maslahah), rasio-legis (illat), dan legal-spesi?knya (konteks penerapannya). Dengan demikian Rahman menetapkan ijtihad sebagai prinsip dan ijma’ sebagai proses pembentukan hukum Islam, keduanya akan menghasilkan hukum Islam yang progresif dan aplikatif di segala ruang dan waktu dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dalam konteks Indonesia problematika penerapan hukum Islam masih banyak menimbulkan pertentangan baik secara teoritis maupun politis di parlemen, hal ini menjadi kendala tersendiri bagi eksistensi hukum Islam sebagai hukum yang seharusnya mampu mewarnai sistem hukum nasional. Pemikiran Rahman yang kritis-metodologis memungkinkan untuk melakukan kritik dan rekonstruksi terhadap tatanan hukum Islam yang masih menjadi sub-ordinat, melalui pemikiran Rahman ini, diharapkan hukum Islam di Indonesia akan mampu berkonstribusi dalam pembentukan  hukum nasional.

=======================================================================

16. SOFYAN TSAURI

SINOPSIS

Setiap organisasi harus menampilkan kinerja yang prima. Apalagi situasi yang semakin kompleks, suatu organisasi dituntut bisa memuaskan kepentingan stakeholder yang beraneka ragam. Sebab, selain memenuhi kebutuhan para pelanggannya, organisasi harus pula memikirkan kepentingan pihak-pihak lain seperti pemegang saham, masyarakat, pemerintah, LSM, lembaga keuangan, lembaga pendidikan dan sebagainya, termasuk kepentingan para karyawannya sendiri.

Tidak jarang, berbagai kepentingan tersebut bertentangan satu dengan yang lainnya. Misalnya saja, untuk meningkatkan nilai saham perusahaan harus mencapai laba yang tinggi. Salah satu upaya menaikkan laba adalah melalui efisiensi di berbagai fungsi organisasi yang seringkali harus mengorbankan kepentingan karyawan untuk memperoleh penghasilan yang layak. Begitu juga kualitas lembaga pendidikan melalui kerja keras guru dan karyawan yang tentu juga bersinggungan dengan kesejahteraannya. Melihat kondisi seperti itu, organisasi harus memiliki kemampuan dalam mengelola kinerja

Buku yang ada di tangan pembaca ini, mencoba mengurai berbagai benang kusust yang terjadi diantara berbagai kepentingan tersebut. Buku ini sangat bermanfaat bagi pimpinan organisasi, manajer dan mahasiswa yang memperdalam bagaimana manajemen kinerja dalam organisasi. Secara spesifik, buku ini membahas mengenai konsep dasar manajemen kinerja, pengertian dan arti penting, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tidak lanjut kinerja. Disini juga dibahas kaitannya antara kinerja perorangan (Individual Performance) dengan kinerja lembaga (Organization Performance), rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam manajemen kinerja, Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja serta solusi yang diperlukan dalam penyelesaian masalah kinerja.

=======================================================================

17. Abdul Wadud Nafis

SINOPSIS

Bank Syariah memiliki tantangan yang cukup berat jika dibanding bank-bank kovensional. Selain masih sebagai pendatang baru dalam dunia perbankan, juga masih dalam proses mencari format untuk membuat masyarakat beralih menggunakan jasa Bank Syariah. Penulis buku menilai pentingnya strategi pemesaran yang efektif agar memenangkan persaingan dalam bisnis jasa perbankan.

Karena itu, Buku “Manajemen Pemasaran Bank Syariah” menawarkan beberapa strategi dan taktik pemesaran Bank Syariah yang efektif dan efesien. Kendati demikian, buku ini diawali tentang pembahasan tentang pemasaran Bank Syariah dengan mengikuti ketentuan-ketentuan syariah Islam, khususnya yang menyangkut tata cara bermuamalat secara Islam. Hal ini bisa dilihat dari ciri-ciri Bank Syariah yaitu melakukan investasi-investasi yang halal saja, berdasarkan prinsip bagi hasil, jual beli, atau sewa, berorientasi pada keuntungan (profit oriented) dan kemakmuran dan kebahagian dunia akhirat, hubungan dengan nasabah dalam bentuk hubungan kemitraan, dan Penghimpunan dan penyaluran dana harus sesuai dengan fatwa DSN MUI.

Tidak kalah pentingnya, buku ini juga membahas konsep pemasaran Bank syariah, yang terdiri dari: Konsep produksi, konsep produk, konsep  penjualan dan konsep pemasaran yang kemudian tanpa meninggalkan lingkungan pemasaran, seperti lingkungan demografis, lingkungan ekonomis, lingkungan alam, lingkungan teknologi, lingkungan politik, dan undang-undang, serta lingkungan budaya. Selamat membaca!

=======================================================================

18. MAHRUS

SINOPSIS

Buku ini ditulis untuk mendiskripsikan sistem pendidikan Islam yang meliputi  Pengertian Pendidikan Islam, yang terdiri dari; Pengertian Pendidikan Islam Secara Bahasa, Pengertian Pendidikan Islam Secara Istilah, dan Pengertian Pendidikan Dalam Perspektif Islam.

Dasar, Tujuan, Tugas Dan Fungsi Pendidikan Islam, yang terdiri dari; Dasar Pendidikan Islam,Tujuan Pendidikan Islam, dan Tugas dan Fungsi Pendidikan Islam. Pendidik Dan Peserta Didik Dalam Perspektif Ilmu Pendidikan Islam, yang terdiri dari; Pengertian Pendidik, Jenis Pendidik, Kedudukan Pendidik dalam Pendidikan Islam, Tugas, Tanggung Jawab, dan Hak Pendidik dalam Pendidikan Islam, dan Pendidik Dalam Perspektif  Ilmu Pendidikan Islam. Lingkungan Perspektif Pendidikan Islam, yang terdiri dari; Lingkungan Pendidikan, Macam Macam Lingkungan Dalam Pendidikan Islam, dan Alat, Media  Perspektif Pendidikan Islam, yang terdiri dari; Alat Media Pendidikan Islam, Pentingnya Alat  Dalam Pendidikan Islam, Dasar Pemikiran dalam Penggunaan Media Pembelajaran Agama, Landasan Penggunaan Media pembelajaran, Jenis Alat atau Media dalam Pendidikan Islam, dan Pengaruh Alat atau Media Dalam Pendidikan Islam.

Materi Pendidikan Dalam Perspektif Pendidikan Islam, yang terdiri dari; Pengertian Materi Pendidikan, Pengetahuan Sebagai Materi Pendidikan, Keterampilan Sebagai Materi Pendidikan, dan Nilai Sebagai Materi Pendidikan. Kurikulum Dalam Perspektif Ilmu Pendidikan Islam, yang terdiri dari; Pengertian Kurikulum Pendidikan Islam, Prinsip Kurikulum Pendidikan Islam, Asas dan Landasan  Kurikulum Pendidikan Islam, Isi Kurikulum Pendidikan Islam, dan Karakteristik Kurikulum Pendidikan Islam. Metode Dalam Perspektif Ilmu Pendidikan Islam, yang terdiri dari; Pengertian Metode Pendidikan Islam, Asas-asas Umum Metode Pendidikan Islam, dan Metode Pendidikan Islam. Evaluasi Dalam Perspektif Ilmu Pendidikan Islam yang terdiri dari; Pengertian Evaluasi Pendidikan Islam, Kedudukan Evaluasi Dalam Pendidikan Islam, Tujuan dan Fungsi Evaluasi Dalam Pendidikan Islam, dan Prinsip-prinsip Evaluasi Pendidikan Islam Dalam al-Qur’an. Organisasi, Lembaga Dan Tokoh Pendidikan Islam Di Indonesia, yang terdiri dari; Organisasi Islam, Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia, dan Tokoh Pendidikan Islam Di Indonesia

Bagi mahasisiwa jurusan tarbiyah buku ini memberikan pedoman tentang seluk beluk dan sistem pendidikan Islam.

=======================================================================

20. HEFNI ZAIN

SINOPSIS

Salah satu problem krusial keberagamaan dewasa ini adalah paradoks antara ajaran yang semestinya dengan yang diperaktekkan. Agama yang berwajah ramah justru ditampilkan dengan wajah marah. Kritik tajam -misalnya pada agama Islam- bagaimana orang percaya bahwa Islam agama damai, ramah dan toleran, kalau atas nama Islam, sambil mengibarkan bendera tauhid dan dengan pekik takbir, mereka menyerang, merusak, membunuh dan mengusir kelompok dan penganut agama lain.Banyak orang menjadi ateis karena kecewa menyaksikan tindakan kekerasan yang dilakukan penganut agama, mereka melihat kontradiksi antara apa yang dikhotbahkan dengan apa yang dilakukan.

Buku ini menawarkan solusi atas berbagai problem keagamaan diatas, disebutkan, kedamaian dan harmoni merupakan dambaan semua umat beragama, untuk mewujudkannya diperlukan kerjasama yang didorong oleh kecintaan antar sesama mahluk Tuhan, karenanya sudah saatnya pemeluk agama fokus pada hal-hal yang merupakan keprihatinan kemanusiaan universal. Semua agama bisa bertemu, mengambil nilai-nilai dalam setiap agama dengan mengedepankan apa yang bisa dikontribusikan bagi kemanusiaan dan peradaban.

Kesadaran ini akan menghantarkan pemeluk agama pada kedewasaan sikap yang dengan lapang dada menerima keragaman sebagai sunnatullah. Bukanlah pelangi menjadi indah karena beragam warna, dan ekosistem alam menjadi kuat karena dipelihara oleh keragaman spesiesnya. Makin beragam spesies didalamnya, makin stabil ekosistem itu. Hutan tropis akan segera punah jika semua lumut dipaksa menjadi pohon jati yang seragam. Hal serupa juga berlaku untuk agama-agama, juga untuk Islam tanpa mengaburkan dan menghapuskan nilai-nilai agama, identitas diri dan budaya.

Dengan kesadaran ini masyarakat marhamah dapat tercipta, hanya dengan masyarakat marhamah persaudaraan sejati dapat terbentuk, dan hanya dengan persaudaraan sejati harmoni peradaban dapat terwujud.

=======================================================================

21. Pujiono

SINOPSIS

Genealogi fiqh progresif dapat ditelusuri hingga tradisi intelektual Imam mazhab fiqh Sunni. Karakter paradigma Imam Mazhab Sunni yang rendah hati, jauh dari klaim kebenaran a priori, luwes, dan fleksibel, mengembara melalui lembaga-lembaga pendidikan Sunni dan pengajaran-pengajaran tradisional yang dilakukan oleh para ulama Sunni. Selain itu, paradigma fiqh itu juga dibawa oleh para pelopor islamisasi Islam di Nusantara yang kemudian di sampaikan kepada pelajar di dalam pesantren.

Paradigma itu semakin berkembang lantaran pesinggungan-persinggungan dengan tokoh-tokoh Islam progresif di Nusantara, seperti Abdurrahman Wahid, Masdar F Mas’udi, Noercholish Madjid, Quraisy Shihab, dan lain sebagainya. Semangat aktivisme pada masa-masa peralihan rezim Orde Baru ke Reformasi turut memberikan corak pada produk-produk wacana fiqh progresif Ma’had Aly.

Buku ini mencoba memberikan gambaran tentang model pembaharuan metodologi fiqh yang digunakan --seperti kasus santri Ma’had Aly--, dapat diklasifikasi menjadi tiga. Pertama, revitalisasi ushul fiqh melalui upaya pendayagunaan ushul fiqh secara maksimal dalam kerja-kerja intelektual istinbath hukum Islam, dan pembaharuan teori-teori ushul fiqh klasik manakala teori-teori itu menjadi “pagar penghalang” bagi santri untuk memproduksi hukum yang membawa pada kemaslahatan umat.Kedua, diversifikasi teks. Artinya, ketika teks yang menjadi rujukan tidak bisa menjawab kebutuhan dan hajat masyarakat, maka dicarikanlah teks tandingan yang mampu menjawab segala persoalan masyarakat Islam kontemporer. Ketiga, perluasan wilayah ta’wil. Metode ini dilakukan jika memang suatu teks secara makna hakiki (makna yang spontan terpahami) tidak berpihak pada maslahah, maka teks tersebut dapat dimaknai lain dengan menempuh jalan ta’wîl, karena—pada prinsipnya—ta’wil adalah mengambil makna yang lebih jauh, tetapi masih dalam koridor kata itu, dengan menyisihkan makna yang dekat karena ada alasan yang mendukung.

=======================================================================

22. RETNA

SINOPSIS

Manusia, baik secara individu maupun secara bersama-sama menghadapi banyak masalah ekonomi. Masalah ini ditimbulkan karena adanya ketidak seimbangan antara jumlah kebutuhan manusia dengan jumlah barang dan jasa yang tersedia. Hal tersebut menjadikan ilmu ekonomi sangat penting untuk dipelajari.

Dan agar supaya dapat memahami, pertama-tama perlu dimiliki pemahaman dasar mengenai ilmu ekonomi itu sendiri, seperti definisi ilmu ekonomi, teori-teori yang mendasari ilmu ekonomi, istilah-istilah dasar yang sering digunakan dalam ekonomi, maupun masalah-masalah ekonomi yang bersifat fundamental yakni: what, how dan for whom, Barang apa (what) dan dalam jumlah berapa harus dihasilkan? Dengan cara Bagaimana (how) barang-barang tersebut dihasilkan? Untuk siapakah (for whom) barang-barang yang dihasilkan itu nantinya? Ketiga masalah tersebut tidak akan terjadiseandainya sumber sumber ekonomi itu tidak terbatas jumlahnya.

Dengan memiliki dasar-dasar tersebut, maka akan memudahkan pembaca untuk mempelajari materi ekonomi yang lebih bersifat advanced.Dalam buku ini juga disediakan tujuan instruksional yang merupakan petunjuk mengenal materi yang akan diajarkan. Uji kompetensi, pembaca  dapat mengukur dan sekaligus mengevaluasi hasil pembelajarannya.

=======================================================================

23. Muhaimin

SINOPSIS

Tradisi ilmiah Bahtsul Masail dalam realitasnya mengandung problematik. Sering kali keputusan yang ditelorkan oleh lembaga atau lajnah Bahtsul Masa’il masih menggunakan metode ilhaq al-masail binadhairiha. Dan ini yang masih terjadi dan berjalan di lingkungan Bahtsul Masa’il hingga kini. Belum adanya terobosan-terobosan yang baru di dalam metode istinbath hukum mengakibatkan keputusan Bahtsul Masa’il tidak menggigit pada lingkungan dan masyarakatnya. Bahtsul Masa’il yang seyogyanya menjadi acuan dan panutan dalam setiap penyelesaian problem hukum Islam, justru hasil keputusannya kurang memberikan civil effect kepada lingkungan dan masyarakatnya.

Fenomena di atas sepertinya fenomena umum, mewabah dan menggurita dalam setiap lembaga Bahtsul Masa’il, tak terkecuali Lembaga-lembaga Bahtsul Masa’il yang berada di kabupaten Jember. Buku ini secara lebih spesifik difokuskan pada penggunaan ushul fiqh dalam istinbath hukum yang dilakukan oleh lembaga Bahtsul Masa’il kabupaten Jember. Apakah lembaga Bahtsul Masa’il yang berada di kabupaten Jember masih tetap berkutat pada metode istinbath hukum yang pertama yaitu istinbath qauli (termaktub ibarat kitab), ataukah metode yang kedua yaitu metode ilhaqi (analogi masalah kepada masalah yang sudah ada ketentuan hukumnya  dalam ibarah kitab), ataukah sudah lebih jauh dari keduanya. Apa saja problematika penggunaan ushul fiqh dalam Bahtsul Masa’il di Kabupaten Jember? Tiga pertanyaan ini akan dijadikan lacakan awal untuk menelaah lebih jauh dan sekaligus menjadi fokus kajian dalam buku ini.

=======================================================================

24. M. Noor Harisuddin

SINOPSIS

Buku berjudul “Ilmu Ushul Fiqh I” karya Dr. M. N. Harisudin, M. Fil. I ini merupakan buku babon tentang dasar-dasar ilmu Ushul Fiqh. Buku ini meletakkan dasar-dasar Ushul Fiqh sebagai piranti untuk melakukan istinbath (penggalian) hukum Islam agar tidak menyimpang dari relnya.

Diakui atau tidak, melalui medium Ushul Fiqh, hukum Islam menjadi dinamis dalam merespon berbagai perkembangan problematika kontemporer. Ushul Fiqh pula yang menjadikan diktum-diktum fiqh yang dilahirkan tidak tercerabut dari subtansinya.

Lebih dari itum, fiqh juga akan menjadi solutif dan juga inspiratif dengan semata-mata modal Ushul Fiqh. Ushul Fiqhlah yang memoles fiqh sehingga tidak kaku dan rigid, sebagaimana dibayangkan oleh banyak orang selama ini.

Selamat Membaca !.   

Full Text : Ushul_Fiqh_I_cetak (aktifkan flash player untuk membuka file)

=======================================================================     

25. Abdullah

?????? ??????? ?????? ????????????? ????? ?????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ??????????? ????????? ????????? ??????????

Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi. (Al-Furqon: 53).

nenek moyangku orang pelaut
gemar mengarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa


angin bertiup layar terkembang
ombak berdebur di tepi pantai
pemuda b'rani bangkit sekarang
ke laut kita beramai-ramai…

(Lirik Lagu Nenek Moyangku Orang Pelaut, Karya Ibu Sud, 1943)

=======================================================================

26. SAIFUDDIN

SINOPSIS

Spiral kekerasan yang menimpa banyak kalangan yang terjadi setiap saat, menggugah keperihatinan penulis buku ini. Kita bisa menyaksikan bagaimana kekerasan terjadi dikalangan guru terhadap siswa, atasan kepada bawahan, senior terhadap junior, dan kekerasan lainnya yang lebih massif.

Kekerasan --dalam bentuk apapun dan atas nama apapun-- merupakan sebuah hal yang sesungguhnya bertentangan dengan nurani kita. Sebab, manakala sesuatu hal bisa diselesaikan dengan dialogis dan dengan damai, mengapa harus menggunakan kekerasan? Demikianlah, damai selalu lebih indah.

Namun, yang tidak habis pikir --bagi penulis-- adalah rumahtangga ternyata juga tak luput dari aksi kekerasan. Padahal kita tahu, rumahtangga adalah tempat paling ideal merasakan ketentraman dan sebuah oase merasakan kenikmatan bersama dengan pasangan dan buah hati. Namun, demikianlah, ternyata kekerasan juga menjangkau biduk rumah tangga. Kekerasan yang terjadi berwujud berbagai bentuk, dari fisik, psikis, hingga kekerasan seksual. Semua terjadi dengan berbagai motifnya.

Buku ini bercerita sekelumit dari sekian peristiwa kekerasan --dalam rumah tangga-- yang terjadi ditanah air akhir-akhir ini yang selalu diklaim sebagai tanah tumpah darah yang harmonis. Selamat membaca!

=======================================================================

28. Syamsul Anam

=======================================================================

29. Syamsudini

SINOPSIS

Keberhasilan pendidikan tidak lepas dari komponen utama civitas akademika yang meliputi mahasiswa, dosen dan sarana pra-sarana yang berupa fasilitas pendukung pendidikan. Fungsi utama dari pendidikan Islam adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta kepribadian bangsa yang bermartabat Islami serta bertujuan untuk mengembangkan keahlian dan segala potensi  agar melahirkan manusia-manusia profesional, progresif, inovatif dan berakhlak serta berkarakter seperti Rasulullah SAW. 

Kajian tentang Hadis Tarbawi sangat berbeda dengan kajian Hadis pada umumnya. Hadis Tarbawi lebih terfokus pada kajian pendidikan Islam yang menjabarkan mulai dari konsep pendidikan Islam sampai dengan konsep tentang pendidikan anak yang merupakan obyek utama dalam pendidikan Islam. Hadis-hadis yang ada di dalamnya, mengkaji khusus tentang bagaimana cara Nabi mendidik sahabatnya yang kemudian diteruskan kepada umatnya.

Buku ini ditulis dan dihadirkan di hadapan Pembaca untuk membantu para pembaca dalam medalami hadis-hadis yang membincangkan Pendidikan Islam. Buku ini juga dapat dijadikan pegangan bagi mahasiswa yang yang sedang memprogram mata kuliah Hadis Tarbawi karena dalam penyusunannya disesuaikan dengan silabus yang berlaku.

=======================================================================

30. Bambang Irawan

=======================================================================

31. Siti Masrohatin

SINOPSIS

Hukum Bisnis merupakan serangkaian peraturan yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan urusan-urusan perusahaan dalam menjalankan roda perekonomian.Pengaturan tentang hukum bisnis semakin perlu untuk terus dikembangkan, termasuk pelaku-pelaku bisnis dan badan-badan usahanya bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Untuk mengantisipasi perkembangan kegiatan perekonomian tersebut, maka buku Hukum Bisnis :Teori dan Praktek Di Indonesia, terus dikembangkan agar lebih bermanfaat tidak hanya bagi mahasiswa, praktisi hukum, dan para pelaku bisnis di Indonesia.

Dalam buku ini dijelaskan tentang perkembangan kegiatan bisnis, diantaranya yang bersangkutan dengan : Mengenal Hukum dan Hukum Bisnis, Bentuk-Bentuk Badan Usaha, Kontrak dan Penyelesainnya, Hubungan-Hubungan Bisnis, Hak Milik Intelektual, Lembaga-Lembaga Pembiayaan, Aspek Pajak dalam Bisnis, Perizinan Dunia Bisnis dan Kepailitan.

=======================================================================

 32. Inayatul Mukarromah

SINOPSIS

The writer tried to write this book in order it can be useful for the students especially for all the teachers who taught English vocabulary in every level. The level is not only at elementary school but it can be used in senior high school may be until at a Collage.   

Learning English perfectly is very important for the students in all level, mean while learning vocabularies by memorizing is very conventional and make students felt bored to these ways. Many solutions can be used by the teacher to make the students will be joyful and interesting. Learning vocabulary by playing games is very essential for the students in this period. Because we know that learning language especially in vocabularies is not a kind like when we study computer because leaning vocabulary is related with the acquisition, so the process needs a long time to learn.  

Vocabulary acquisition is something that often neglected in every language teaching. There are three reasons why the technique mention above should be applied. Firstly the technique leads to joyful and interesting, Secondly, based on research’s’ preliminary observation a variety of game formats technique are still not intensively used in high school English learning at present. Thirdly, student cannot be passive anymore because they intend to become communicatively and be active.

How the use of play games activities increase the vocabulary of the students, the study was meant to increase learners’ vocabulary reading text through a variety of game formats.

This book is expected to contribute both practically and theoretically to the teaching and learning of target languages because learning vocabulary with variety games are very important for students to quickly build up a large store of words for the students in all level.

=======================================================================

34. Mukaffan  

SINOPSIS

Manajement Strategic merupakan rangkaian dua perkataan yang terdiri dari dari “Manajement dan Strategic” yang masing-masing memiliki pengertian tersendiri, yang kemudian setelah dirangkaikan menjadi satu terminology baru dengan memilki pengertian tersendiri pula.

Manajement Strategic semakin penting arti dan manfaatnya, apabila diingat bahwa lingkungan organisasi-organisasi mengalami perubahan yang semakin cepat dan kompleks, sehingga keberhasilan Manajement Strategic ditentukan oleh para manajer atau pimpinannya.

Dengan demikian Manajement Strategic berkaitan erat dengan upaya memutuskan persoalan strategi dan perencanaan, serta bagaimana strategi tersebut dilaksanakan dalam praktiknya. Manajement Strategic dapat dipandang sebagai hal yang mencakup tiga macam elemen utama. Pertama, terdapat adanya analisis strategik dimana penyusun strategi (strategis), yang bersangkutan berupaya untuk memahami posisi strategik organisasi yang bersangkutan. Kedua, terdapat pula adanya pilihan strategik yang berhubungan dengan perumusan aneka macam arah tindakan, evaluasinya, dan pilihan antara mereka. Ketiga, terdapat pula implementasi strategi yang berhubungan dengan merencanakan bagaimana pilihan strategi dapat dilaksanakan.

Untuk lebih memahami manajemen strategik pendidikan, khususnya Pendidikan Islam secara praktis, perlu kita kaji isi dari buku secara teoritis praktis.

=======================================================================

35. Abd Haris

SINOPSIS

Teori al-thawabit dan al-mutaghayyirat memberikan penyadaran bahwa tidak semua hukum Islam bersifat tetap. Di samping ada yang bersifat tetap yang kemudian terkenal dengan sebutan al-thawabit, hukum Islam juga ada yang dapat berubah sesuai dengan perubahan dan perkembangan zaman. Tipe hukum Islam yang kedua ini biasa dikenal dengan sebutan al-mutaghayyirat.
Konsep ini begitu penting karena pada akhirnya berfungsi sebagai rambu-rambu bagi seseorang pada saat melakukan istinbat hukum. Dengan berpegang pada konsep ini, secara operasional seseorang dapat melakukan sebuah sikap yang seharusnya dikembangkan pada saat menghadapi sebuah problematika kehidupan, yaitu “naltazimu bima huwa thabit, wa najtahidu fi ma huwa mutaghayyir”. Maksudnya, pada hal-hal atau problematika yang keputusan hukumnya bersifat tetap (thawabit) dan tidak dapat berubah karena perubahan waktu, tempat dan keadaan, seseorang tidak perlu melakukan proses ijtihad kembali. Ia cukup berpegang teguh pada keputusan hukum yang sudah ada. Akan tetapi, pada hal-hal atau problematika yang keputusan hukumnya bersifat tentatif, tidak tetap dan dapat berubah sesuai dengan perubahan waktu, tempat dan keadaan, maka seseorang justru 'wajib' melakukan proses ijtihad kembali dan tidak boleh mencukupkan diri pada hasil ijtihad yang sudah ada.

=======================================================================

36. Nurul Widyawati Islami Rahayu

SINOPSIS

 Kebijakan Pengarusutamaan Gender pada prinsipnya adalah strategi untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kesetaraan dan keadilan gender ditandai dengan adanya akses, kesempatan dan penikmatan yang sama antara laki-laki dan perempuan dalam pembangunan.

Akan tetapi, kapasitas kebijakan Pengarusutamaan Gender (PUG) seperti yang terjadi di Kabupaten Jember masih sangat buruk. Dalam temuan penulis di lapangan menunjukkan, bahwa 7228 personel penyelenggara Pilkades --Tim Pemantau, UPTD Pendidikan, MUSPIKA, BPD, Pan. Pilkades-- Kabupaten Jember komposisi laki-laki masih sangat dominan (6588 orang) bila dibanding perempuan (640 orang), atau sekitar 8.95%, kurang dari 10%.

Ada berbagai faktor yang diduga sebagai penyebab buruknya kapasitas Kebijakan Pengarusutamaan Gender (PUG) di Kabupaten Jember. Faktor tersebut adalah pemahaman, persepsi gender, mekanisme rekruitmen, pengisian jabatan dalam posisi tertutup telah membatasi kesempatan semua warga baik laki-laki maupun perempuan untuk terlibat di dalamnya. Mekanisme rekruitmen tertutup maksudnya adalah keanggotaan BPD dan Pan. Pilkades dilakukan melalui penunjukan. Selamat membaca!!!

Full text : NURUL WIDYAWATI- Kerterwakilan Perempuan dalam Politik Lokal 2014_1

==================================================================

37. Fathiyah

SINOPSIS

Sesungguhnya penulisan buku ini lebih banyak didorong oleh kegelisahan kami melihat fenomena alam atau bumi yang kita huni mengalami banyak  kerusakan yang lebih banyak disebabkan oleh para penghuninya sendiri. Sebagaimana fakta mengerikan yang dijelaskan Robert Muller dalam satu artikelnya, “New Genesis, Building Up our Planet,” bahwa setiap menit, 21 ha hutan tropis musnah dirambah tangan-tangan rakus manusia; setiap menit, 50 ton humus tanah dikikis habis oleh angin dan air, setiap jam 685 ha lahan subur berubah menjadi padang pasir; setiap jam 60 kasus penyakit kanker menggerogoti tubuh manusia akibat penipisan lapisan ozon; setiap hari 25000 orang mati karena kekeringan atau pencemaran air; setiap hari 10 ton sampah radioaktif dihamburkan ke udara oleh ratusan pabrik nuklir; dan masih banyak lagi litani kebobrokan akibat kerakusan manusia yang teruntai terkait.

Kami berharap semoga dengan buku ini, memberikan kontribusi dalam membangun kesadaran dan tanggungjawab masyarakat dalam memelihara alam semesta berdasarkan sinaran petunjuk Ilahiyah. Oleh karena Tuhan telah menciptakan segala sesuatu dalam hukum keseimbangan dan keserasian yang tentu saja harus dipelihara agar tidak menimbulkan kerusakan. Kehidupan makhluk-makhluk Tuhan saling kait-terkait, maka jika terjadi gangguan terhadap salah satunya, akan menggangu keseimbangan seluruh semesta yang berada dalam lingkungan hidup.

=======================================================================

38. Busriyanti

SINOPSIS

Ijma’ merupakan salah satu sumber hukum Islam di samping al-Qur’an dan Sunnah. Dalam perkembangannya,  pada awalnya ijma’ hanya ada dalam praktek dan belum ada rumusan yang diberikan oleh ulama. Al-Syafi’I yang dikenal sebagai peletak dasar  teori hukum Islam, menempatkan ijma’ sebagai sumber hukum Islam setelah al-Qur’an dan Sunnah. Meskipun belum memberikan definisi terhadap ijma’, namun dari penjelasannya dapat dipahami bahwa ijma’ dalam perspektif al-Syafi’i hanya mungkin terjadi dalam persoalan-persoalan yang sebenarnya sudah terdapat ketentuannya secara jelas dalam al-Qur’an dan Sunnah.

Pada perkembangan selanjutnya ulama dari kalangan Syafi’iyyah mempersempit ruang gerak ijma’ dengan memberikan definisi dan persyaratan yang ketat terhadap ijma’. Sejak saat itulah menurut Fazlur Rahman, ijma’ tidak bisa lagi berkembang. Ijma’ yang pada awalnya ada dalam praktek yang merupakan formulasi dari  hasil ijtihad, menjadi sumber hukum yang sifatnya kaku. Ijma’ tidak lagi dinamis, sebaliknya bersifat statis.

Dalam pandangan Fazlur Rahman, ijma’ bukan merupakan sumber hukum yang kaku. Fazlur Rahman berpendapat bahwa ijma’ tidak memiliki otoritas mutlak. Ijma’ dapat berubah  sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi yang melingkupinya. Ijma’ bukanlah suatu kesepakatan yang bersifat tidak bisa keliru (infallible). Di sinilah kritik terhadap rumusan ijma’ yang sudah dipaparkan al-Syafi’I dan dan Syafi’iyyah mendapat kritikan dari Fazlur Rahman.

Dalam buku ini akan terlihat bahwa kritik yang dikemukakan Fazlur Rahman ini cukup beralasan, karena memang sejak al-Syafi’i menciptakan urutan prioritas sumber hukum Islam dan menyatakan bahwa ijma’ terbatas hanya pada masalah-masalah yang telah ada ketentuannya dalam nash, ijma’ menjadi sumber hukum yang dapat dikatakan sejajar dengan nash. Hal ini mengandung konsekuensi pada sempitnya ruang ijtihad. Akhirnya sesudah al-Syafi’i ijma’ menjadi sesuatu yang sudah final. 

=======================================================================

39. Mursalim

SINOPSIS

Syi’ah, sejak awal kemunculannya merupakan kelompok minoritas umat Islam yang mempunyai pandangan keagamaan berbeda dengan golongan mayoritas, yaitu Sunni. Dalam perjalanannya perbedaan itu semakin meruncing, baik dalam pelaksanaan ritual keagamaan maupun sistem politik pemerintahan. Sunni merujuk tata cara ibadah kepada praktek yang telah dilakukan oleh Nabi dan para sahabatnya. Sedangkan dalam bidang pemerintahan meletakkan persoalannya dalam sistem khilafah. Sementara itu dalam masalah ibadah Syi’ah merujuk kepada Nabi melalui imam-imam Syi’ah dan dalam masalah kenegaraan menggunakan sistem imamah.

Ismailiyah adalah salah satu sub sekte Syi’ah yang cukup berpengaruh. Pada awalnya ia merupakan gerakan keagamaan yang mempunyai misi dakwah. Sebagai gerakan dakwah, ia mengambil model gerakan dakwah bawah tanah karena tidak diakui keberadaannya oleh penguasa Bagdad. Kondisi yang tidak mendukung gerakan dakwahnya memaksa Ismailiyah untuk mengembangkan tujuan gerakan, bukan saja hanya gerakan dakwah an sich, tetapi juga gerakan dakwah yang bermuatan politik. Tujuan politiknya adalah keinginan mendirikan pemerintahan Syi’ah sendiri.

Keberhasilan Ismailiyah tidak hanya dalam mendirikan Fatimiyah di Afrika Utara dan Mesir, tetapi juga berhasil mendominasi penduduk kedua wilayah yang sebagian besar adalah penganut Sunni. Sukses Fatimiyah mendirikan Fatimiyah di Afrika Utara dan Mesir, kemudian disusul dengan suksesnya menguasai secara politik masyarakat Sunni, dilatarbelakangi oleh beberapa hal, baik yang terdapat di dalam golongan Syi’ah sendiri maupun yang ada dalam masyarakat mayoritas Sunni.

=======================================================================

40. Abdul Rohim

SINOPSIS

Bank syariah dewasa ini berkembang  pesat, baik di Indonesia maupun di dunia internasional. Bank syariah memberikan alternatif baru bagi nasabah  pengguna jasa perbankan  untuk menikmati produknya dengan sistem bagi hasil, berbagai macam produk akad terkandung didalamnya termasuk dalam hal akad kerjasama, di mana bank syariah  sebagai korporasi bisnis berproduk musha>rakah mutana>qis}ah menggambarkan aktivitas dan institusi yang memproduksi jasa perbankan untuk pembiayaan kemitraan menurun aset sesuai dengan kebutuhan nasabah, tapi masih ada perdebatan dalam implikasinya baik dalam dunia praktis maupun akademisi.

Buku ini hadir dihadapan pembaca sebagai jawaban terhadap problematika yang ada dalam operasional produk bank syariah: 1). Konstruk transaksi pembiayaan musha>rakah mutana>qis}ah, 2). Model implikasi pembiayaan musha>rakah mutana>qis}ah pada aset di perbankan syariah, 3). Analisis manajemen risiko pada pembiayaan musha>rakah mutana>qis}ah di perbankan syari’ah. Kajian buku ini merupakan integrasi pengetahuan dengan menggunakan analisis pemikiran ilmiah: berfikir skeptik, analitik dan kritik. Hasil (temuan) teori dalam kajian buku ini dinamakan: “a theory of decreasing partnership business transaction, teori transaksi bisnis kemitraan menurun.

=======================================================================

41. Fajar Ahwa

SINOPSIS 

Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif, didalamnya mencakup: perencanaan, penerapan dan evaluasi. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. Penerapan Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan kurikulum untuk menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran, tingkat ketercapaian program-program yang telah direncanakan, dan hasil-hasil kurikulum itu sendiri. Dalam pengembangan kurikulum, tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dengan dunia pendidikan saja, namun di dalamnya melibatkan banyak orang, seperti : politikus, pengusaha, orang tua peserta didik, serta unsur – unsur masyarakat lainnya yang merasa berkepentingan dengan pendidikan.

Prinsip-prinsip yang akan digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu kurikulum. Dalam pengembangan kurikulum, dapat menggunakan prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip-prinsip baru. Oleh karena itu, dalam implementasi kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lainnya, sehingga akan ditemukan banyak sekali prinsip-prinsip yang digunakan dalam suatu pengembangan kurikulum.

=======================================================================

Abd Muis

SINOPSIS

 Ratusan dan bahkan mungkin ada ribuan buku yang membahas tentang sirah nabawiyah. Dari sekian ratus buku yang ada, yang hadir dihadapan pembaca saat ini adalah bagian terkecil dari kumpulan karya besar para cerdik pandai. Tak dapat dipungkiri bahwa keluhuran dan budi agung Muhammad bin Abdullah telah mendorong dan mengantarkan banyak orang melakukan telaah, analisa dan penelitian mengenai kehidupan beliau, mulai dari peristiwa kelahirannya, keadaan dan silsilah keluarganya, terpilihnya beliau sebagai utusan Allah kepada seluruh umat manusia, sampai pada kebijakan dan kepemimpinan yang beliau jalankan dan praktikkan semasa hidup.

Buku ini membahas satu dari sekian banyak aspek kehidupan Rasulullah Muhammad saw., yakni aspek kepemimpinan. Tak dapat disangkal bahwa jauh sebelum lahirnya teori modern tentang kepemimpinan dan manajemen yang kita kenal saat ini, pada masanya Rasulullah telah melakukan teori yang dicetuskan baru-baru ini. Kepemimpinan yang diterapkan semasa hidup oleh Rasulullah, ternyata terpaut dan terbaca dengan jelas dalam teori kepemimpinan modern, ini berarti bahwa apa yang dilakukan Rasulullah terkait kepemimpinan –dan manajemen– telah melampaui masa pada waktu itu.

Pada sisi yang lain, perhatian Rasulullah pun sangat besar pada dunia pendidikan, ini terlihat dari berbagai metode dan teknik yang digunakan beliau dalam kegiatan belajar mengajar, bagaimana tuntunan beliau terhadap seorang guru, apa yang harus dilakukan oleh seorang guru ketika ia sedang berinteraksi dengan muridnya, bagaimana seorang muslim harus bersikap kepada muslim yang lain dan bahkan kepada selain muslim, semua itu terekam jelas dan dijabarkan secara ringkas dalam buku ini dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami.

=======================================================================

Abdur Rahim

SINOPSIS

 Pengajaran Statistika Pendidikan di lingkungan IAIN, STAIN dan PTAIS tidak dimaksudkan untuk mencetak calon-calon Sarjana dalam Ilmu Statistik, melainkan untuk membekalipara mahasisewa dengan pengetahuan Statistik yang dipandang perlu dan relevan untuki dimiliki oleh seorang peneliti (Research Worker) di bidang pendidikan. Dalam kaitan dengan arah dan haluan itulah, buku ini disusun.

Berdasarkan pengalaman penulis selama mengasuh mata kuliah Statistika Pendidikan di lingkungan IAIN, STAIN dan PTAIS, dipandang perlu untuk menyusun bahan pengajaran Statistika Pendidikan dengan format yang berbeda. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan dasar yang dimiliki oleh anak didik dalam bidang Matematika pada saat mereka menduduki jenjang pendidikan tingkat SMTA. Dengan alasan itulah, maka penyajian materi dalam buku ini diusahakan dalam bentuk sesederhana mungkin sehingga diharapkan mudah dimengerti dan difahami oleh anak didik.

Buku yang diberi judul Statistika Pendidikan ini pada dasarnya disusun untuk memenuhi kebutuhan para mahasiswa di lingkungan Institut Agama Islam Negeri maupun Swasta, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri maupun Swasta serta Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta lainnya di seluruh Indonesia. Oleh karena itu materi yang disajikan dalam buku ini dirancang sedemikian rupa untuk disesuaikan dengan relevansi dan kebutuhan sebagaimana yang telah digariskan dalam Kurikulum dan Silabus Mata Kuliah Statistika Pendidikan Kementerian Agama Republik Indonesia.

=======================================================================

Agus Sadullah

SINOPSIS

Kehadiran buku ini merupakan sebuah gagasan baru dalam pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan pesantren. Agar eksistensi dan esensi pendidikan islam tetep terjaga dan mampu mencetak para regerasi pesantren yang kompetitif dan bisa bersaing dengan pendidikan umum. Kita harus sadar akan tantangan historisitas dan modernitas yang terus menerus menyeruak ke permukaan, maka para pemikir muslim perlu berijtihad dan berfikir secara kristis untuk mengimbangi perkembangan zaman. Penulis mengajak untuk memikirkan dan merumuskan langkah-langkah kongkret dalam pengembangan pendidikan pesantren.

Maka dari realita yang di atas penulis menuangkan dalam